God or … Worldly Offers

Pilihan: Tawaran Dunia atau Tuhan?

Ilustrasi di atas saya temukan dari Twitter Katolik Garis Lucu, @KatolikG. Sekilas, melihat jarak antar jerujinya yang cukup lapang, nampaknya ia bisa keluar dengan mudah dan mengambil roti, tanpa harus menggunakan batang kayu. Dan tentu tak butuh kunci untuk membuka pintunya.

Tapi, point-nya bukan itu.

Tuhan adalah kemerdekaan. Mengikatkan diri pada Tuhan justru akan membebaskan. Membebaskan dari apa? Dari keterikatan kita pada apa yang ditawarkan dunia.

Hal ini sebenarnya tampaknya cukup mudah dipahami, tetapi kita, termasuk saya, hampir selalu melakukan apa yang digambarkan tokoh dalam ilustrasi. Ilustrasi itu menggambarkan kita. Kitalah yang ada dalam gambar itu; yang selalu mengikatkan diri pada tawaran-tawaran dunia—dan yang lalu membuat kita terpenjara. Tak pernah ada yang cukup, karena selalu ada tawaran-tawaran baru yang lebih menarik, lebih menyilaukan mata, lebih mantap lagi kalau bisa dibeli, dicapai, dinikmati, ditunjukkan.

Kita selalu suka terlihat bagus. Hebat. Sukses. Dan sering sekali kita akhirnya mengidolakan semua kebesaran itu.

Sampai akhirnya… Dia yang justru adalah kunci kebahagiaan dan kemerdekaan kita ditinggalkan.

Paus Fransiskus pernah berkata, “Seseorang tidak bisa mengabdi kepada dua tuan. Anda tidak dapat mengabdi kepada Tuhan dan uang secara bersamaan“.

Uang tentu perlu dan berguna, tetapi menghambakan diri padanya—dan segala hal yang ditawarkan dunia ini—yang bisa lenyap dan habis tentu hanya akan membelenggu kita dalam siklus yang berbahaya, jika tidak dinikmati dalam rasa syukur pada Tuhan, Pembebas Sejati.

We can only be free in Him.

Banyak hal baik di dunia yang perlu kita nikmati dalam rasa syukur. Marilah kita cermat untuk tidak jatuh sebagai penghamba kenikmatan dunia.

Sounds good? 😉

A Little Reflection

During this coronavirus time, we are told to physically distance ourselves and to stay home. The world these days is not much like the prior time.

Some people say they have never once in their life experienced something like this. The effect of this pandemic is huge. Huge enough to force ourselves to distance ourselves one another and to shut down public facilities.

So what is the one simple message you can get during this crisis?

The essentials of life. God, human relationship, health, job, food, and shelter.

Image from https://www.goalcast.com/2017/05/17/10-benefits-of-knowing-your-purpose-in-life/

This coronavirus time reminds us that what really matters in life are those basic, fundamental things. The world has been so advanced and our attention has been so dispersed. We are busy with other non-essential things. We take those basic things for granted.

And this time is like a stop button for us. We are stopped from all distractions and it’s time to get back to the essentials.

All we need now is a good health, a job to make some money, food on the table available for today, and hopefully for the next days, roof above our head to shelter ourselves, and our relationship with our family members and friends, to whom we could communicate and share this crisis together, and our personal relationship with God, to whom we all surrender. In His wisdom our destiny is laid, and by His grace we would get through this.

Other than that? Most probably just some noise. Distraction. Non essential.

Those essentials are enough for a man to live on this earth. If you are healthy and you can make some money to buy some food and to shelter yourself, connected to family and friends, having a personal relationship with God, I think you are on the way to a decent life. And that’s all that matters.

So I wish you a good life even during this crisis. We hope this pandemic will be over soon. But anyway, keep doing good things. Stay sane and healthy. 🙂

With love,

Semangat Positif di Tengah Pandemi

Saya dan kita sekalian tentu setuju bahwa salah satu yang sangat kita butuhkan di tengah pandemi Covid-19 sekarang ini adalah hembusan semangat positif, agar kita dapat “hidup berdampingan” bersama virus yang kita belum tahu pasti kapan akan selesai tuntas.

Setidaknya, video dan bacaan berikut bisa membantu kita memiliki semangat positif yang sama, yaitu bahwa pandemi ini pasti akan berlalu, dan walaupun kita belum bisa melihatnya saat ini, sisi baik dari peristiwa ini tetap ada, dan mungkin akan mengungkapkan dirinya segera setelah badai ini berlalu. 🙂

Video berikut merupakan lagu Judika yang saya rasa bagus untuk dibagikan, memberikan hembusan semangat bagi kita semua yang terdampak pandemi ini:

Judika — Tersenyumlah Sobat

Video yang berikut ini merangkum berbagai aksi solidaritas di tanah air di tengah pandemi Covid-19.

COVID-19 : Ujian Solidaritas Kita

Lalu artikel berikut ini mungkin bisa memberikan kita kekuatan mental untuk bisa dengan tenang menghadapi pandemi ini. Artikelnya berbahasa Inggris (tentu bisa diterjemahkan dengan Google Translate) yang didasarkan pada filsafat Stoisisme. Sangat menarik menurut saya dan pantas dibagikan:

https://www.theguardian.com/books/2020/apr/25/stoicism-in-a-time-of-pandemic-coronavirus-marcus-aurelius-the-meditations

Semoga berguna untuk kita sekalian.

Regards,

Meneliti Hal Baik

Bisakah dunia dipenuhi cinta dan kebaikan?

Dengan media yang getol mengabarkan berbagai berita negatif, tampaknya akan mudah menyimpulkan bahwa dunia kita saat ini merupakan dunia yang semakin suram, penuh dengan kejahatan.

Tetapi apakah benar demikian?

Hal itulah yang tampaknya menjadi tantangan bagi beberapa peneliti hal baik di Oxford. Simaklah video berikut untuk informasi selengkapnya.

Salam kebaikan,

Just This

I just want to write this:

His blessings come in many different ways in many different times in many different forms we’ll never be able to grasp completely.

Slowly but surely we’ll see it, and then we’ll understand, as it unfolds.

Just trust Him. 🙂