Selamat datang di blog Paulinus Pandiangan. Semoga kamu menemukan sesuatu yang berguna.   Click to listen highlighted text! Selamat datang di blog Paulinus Pandiangan. Semoga kamu menemukan sesuatu yang berguna.

Menikmati Hari Ini

Bagaimana menikmati hari ini dengan cara-cara yang mudah dan sederhana?

Ini sebuah pertanyaan penting yang, bisa saja luput dari perhatian kita, apabila kita ‘terjebak’ dalam rutinitas sehari-hari. Ada tuntutan pekerjaan yang harus dituntaskan, misalnya, yang menyerap perhatian kita, sehingga membuat kita lupa untuk sedikit menikmati anugerah kehidupan ini. Dunia bergerak cepat, dan banyak hal yang bisa merampas waktu dan perhatian kita, apabila kita tidak benar-benar berkesadaran tentang apa yang sebenarnya mendasar dan penting.

Triknya ternyata terletak pada memberi perhatian pada hal-hal kecil, pada pilihan-pilihan praktis yang bisa diambil. Menikmati anugerah kehidupan adalah perihal menemukan kegembiraan dalam hal-hal sederhana yang seringkali terabaikan, seperti sejenak membiarkan diri menikmati sinar matahari, mendengarkan musik kesukaan, atau bahkan sekedar membiarkan diri untuk sesaat tidak melakukan apa pun yang produktif.

Dan berikut beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan semua orang:

  1. Awali dengan bersyukur

Cara paling sederhana untuk ‘menyuntikkan’ atmosfer positif dalam hidup kita adalah dengan bersyukur. Segera setelah bangun tidur, kita bisa bersyukur atas kesehatan, atas kasur yang nyaman yang membantu kita terlelap sepanjang malam, atas udara segar yang masih bisa kita hirup. Praktik sederhana seperti ini (barangkali) tidak akan terlihat signifikan saat kita melakukannya, akan tetapi secara kumulatif ini akan berdampak: membantu kita berfokus pada apa yang sudah ada, dan bukan pada apa yang masih kurang.

  1. Nikmati ritual pagimu

Kita bisa bangun lebih awal secara teratur agar kita tidak terburu-buru mengerjakan rutinitas pagi. Terkadang memang kita tidak selalu bisa bangun pagi tepat waktu, karena barangkali malam harinya kita tidur lebih telat dari biasanya, atau bisa saja cuaca mempengaruhi kita untuk merebahkan diri sedikit lebih lama. Tetapi apa pun kondisinya, kita bisa mencoba untuk tetap tenang di awal hari, agar bisa sungguh-sungguh menikmati awal hari yang baru. Menikmati kopi dan sarapan pagi dengan terburu-buru tentu sangat tidak menyenangkan. Maka perlu kita mengkondisikan diri agar momen-momen kecil namun berharga seperti ini tidak terlewatkan begitu saja. Spend a few extra minutes in these things.

  1. Cobalah bergerak

Aktivitas fisik telah terbukti sangat berdampak memperbaiki mood kita. Ada penelitian yang telah membuktikan ini. Maka menyediakan waktu untuk bergerak, sesederhana berjalan kaki sekurang-kurangnya 15 menit dalam sehari, atau melakukan kegiatan olahraga yang kita suka, akan secara signifikan memperbaiki mood dan level energi kita. Juga, kegiatan fisik seperti ini bisa menjadi semacam ‘mental break‘ dari rutinitas.

  1. Terhubung dengan orang lain

Hubungan antar manusia sangat vital dalam menunjang kebahagiaan kita. Penelitian 80 tahunan lebih yang dilakukan universitas Harvard telah membuktikan bahwa prediktor kebahagiaan seseorang tidak terletak pada status sosial, kekayaan, atau popularitas, tetapi pada kualitas relasi yang dimiliki orang tersebut dengan orang-orang lain di sekitarnya.

  1. Lakukan hobimu

Sisihkan waktu setiap hari untuk mengerjakan hal yang menyenangkan bagi kita, entah itu membaca novel, mengurus taman, melukis, atau memainkan alat musik. Mengerjakan hal yang menyenangkan biasanya bisa membuat kita lupa waktu sejenak, dan ini akan menyegarkan otak kita juga, sehingga kondisi mental kita akan lebih siap untuk menjalankan tanggung jawab kita, entah itu terkait pekerjaan atau sekolah.

  1. Mempraktikkan mindfulness

Mindfulness adalah seni untuk berkesadaran. Ini bisa dilakukan dengan meditasi atau latihan pernafasan, atau sekedar memberikan sedikit waktu untuk mengamati sekeliling kita. Kita berusaha untuk benar-benar sadar saat ini, apa pun yang sedang kita alami dan lakukan. Penelitian pun telah memvalidasi bahwa praktik ini membantu mengurangi stress dan meningkatkan kepuasan hidup. Praktik ini juga membantu kita untuk hidup lebih lambat dan bisa lebih mengapresiasi hal-hal indah dan baik dalam hidup.

  1. Lakukan refleksi positif

Saya menyadari bahwa sebagai seorang introvert dengan tipe INFJ-A, kecenderungan untuk pesimis lebih besar daripada optimis. Terkadang setelah membaca fakta-fakta di sekitar, saya biasanya cenderung menjadi pesimis. Tetapi berupaya untuk melihat hal-hal baik dalam hidup tentu juga penting, dan saya menyadari bahwa saya pun harus berupaya ‘mengimbangi’ kecenderungan untuk pesimis dengan ‘menyuplai’ otak saya dengan hal-hal positif, sekecil dan sesederhana apa pun itu.

Ada orang yang suka melakukan ini dengan menjurnal. Ada juga yang lebih suka mengingat-ingat sesaat sebelum tidur. Intinya adalah mencoba menyadari bahwa walaupun hidup penuh dengan hal-hal yang di luar harapan, atau tidak menyenangkan, tetap ada hal-hal baik yang sangat pantas disyukuri. Dalam jangka panjang ini akan membantu kita juga untuk lebih berpengharapan dalam hidup. Kita bisa lebih positif menatap masa depan, walaupun tentu saja masa depan penuh ketidakpastian.

Rasanya kalau kita bisa menerapkan hal-hal sederhana ini dalam hidup, kita bisa mengalami sebuah kehidupan yang lebih bermakna. Kita perlu menyadari bahwa sukacita seringkali ditemukan bukan dalam hal-hal besar dan fantastis, tetapi justru dalam momen-momen kecil yang terselip dalam perjalanan kehidupan setiap hari. Semuanya tergantung kepada kita apakah kita bisa mengapreasiasi hal-hal kecil ini untuk akhirnya menjadi landasan kebahagiaan kita.

Mari kita menghargai saat ini. Hari ini. Mari membuat hari ini menyenangkan, walau banyak tantangan. Tersenyumlah. 😊 🌷

Tersadar oleh Kefanaan

Pagi ini ketika berdoa sebelum berangkat bekerja, terlintas di pikiranku tentang kefanaan hidup ini; bahwa suatu saat aku pun akan tiada. Keluargaku akan kehilanganku, dan hidupku akan segera menjadi kenangan. Akan ada hari dimana itu akan menjadi hari terakhirku, dan entah bagaimana caranya aku pergi aku tak tahu. Kematian adalah misteri Ilahi.

Membayangkan itu aku terdiam sesaat, menyadari bahwa banyak waktu selama ini yang ternyata kupakai untuk hal-hal tak (begitu) penting, dan aku selalu mengira bahwa aku selalu punya waktu. Lalu aku teringat pada kata-kata bijak yang pernah kubaca dan bernada, “We think we still have time…”. Seusai berdoa aku bergegas mencari quote itu di Google, dan ini yang kutemukan:

Dan ada satu lagi, yang ini ‡️ :

Aku sangat setuju pada keduanya. Keduanya adalah hasil refleksi mendalam atas kefanaan kita sebagai manusia yang “diberi kesempatan untuk hidup” di dunia ini. Pagi ini saya menyadari bahwa, memang benar, kita sering mengira bahwa kita masih punya (banyak) waktuβ€”dan karena itu kita sering menyia-nyiakannyaβ€”ketika ternyata, waktu kita bisa sirna kapan saja. Kematian bisa datang kapan saja, dan hitungan ‘jatah hari kita’, pada dasarnya, semakin hari semakin menipis. There isn’t much time left.

Maka, kerjakanlah apa yang ingin kaukerjakan dalam hidupmu selama kesempatan ini masih ada. Inilah yang terlintas di benakku setelah kesadaran akan kefanaan itu menghampiri. Tulislah semua hal yang ingin kau tulis, ungkapkanlah semua kata-kata baik yang harus kau ucapkan, berbicaralah dengan orang-orang selagi engkau punya waktu, dan muliakanlah Tuhan dengan hidupmu selama nafas masih ada dalam tubuh ini. Ungkapkan rasa cintamu kepada orang-orang terdekat, syukuri semua hal baik yang terjadi dalam hidup, entah besar atau kecil. Tertawalah dengan lepas ketika bisa, berbagi rezekilah kepada keluarga dan orang-orang yang dekat di hatimu. Carpe diem. Remember, there aren’t many days left…

Karena akan ada masanya, bahwa kau tak akan mampu melakukannya lagi…

Ingatlah kematianmu. Memento mori. ☘️❀️

The Happiness Paradox

Have you ever noticed that the harder you try to be happy, the further it seems to slip away? It’s like chasing butterfliesβ€”the more you pursue them, the flightier they become. This, my friends, is the paradox of happiness.

Imagine happiness as a beautiful wildflower. You can spend all day searching for the biggest, brightest bloom, but the truth is, happiness often thrives in unexpected places. It might be the warmth of sunlight on your face, the laughter shared with a loved one, or the quiet satisfaction of completing a task.

Here’s the twist: focusing solely on achieving happiness can backfire. It can make us:

  • Obsessive: We become fixated on external factors like material possessions or achieving certain goals, neglecting the simple joys in life.
  • Discontent: When we constantly chase after “more,” we fail to appreciate what we already have, leading to a feeling of dissatisfaction.
  • Pressured: The pressure to be happy can be overwhelming, creating anxiety and stress, which ironically, hinders our ability to actually experience happiness.

So, what’s the alternative?

The key lies in shifting our perspective. Instead of chasing a fleeting feeling, we should focus on living a meaningful life. This involves:

  • Finding purpose: What brings you a sense of fulfillment? It could be volunteering, pursuing a creative passion, or simply spending quality time with loved ones.
  • Practicing gratitude: Take a moment each day to appreciate the good things in your life, no matter how small. This simple act can significantly boost your mood.
  • Living in the present: Savor the experiences of the here and now, instead of dwelling on the past or worrying about the future.

Remember, happiness is not a destination, it’s a journey. Like the Chinese proverb says, “The journey of a thousand miles begins with a single step.” Take small steps each day towards living a meaningful life, and you’ll find that happiness naturally blossoms along the way.

Here are some inspiring quotes to ponder:

"Happiness is not something you pursue, it is something that comes as a byproduct of a life well lived." β€” Eleanor Roosevelt
"Don't chase happiness, create it." β€” Jim Rohn
"The purpose of life is not to be happy. ItΒ is to be useful, to be honorable, to be compassionate, to have it make some difference that you have lived and lived well." β€” Ralph Waldo Emerson

So, the next time you find yourself chasing happiness, take a deep breath, shift your focus, and embrace the beautiful journey of life. You might be surprised by the happiness you find along the way. πŸ˜‰

Celebrating Everyday Life

In a world often focused on achievements and external validation, it’s easy to overlook the simple yet profound good things that make life worth cherishing. These everyday moments, big and small, hold the power to lift our spirits, nourish our souls, and spark joy within us.

The Symphony of the Senses

We can take a moment to savor the smells of newly brewed coffee and freshly baked bread, the warmth of the sun, and the calming sound of rain pattering on the window. These simple sensory pleasures, when truly appreciated, can add a layer of richness and joy to our day.

"The little things? The little moments? They aren't little at all." β€” John Boyne

The Comfort of Connection

Humans are social creatures, and meaningful connections are essential for our well-being. Cherish the laughter shared with loved ones, the heartfelt conversations with friends, and the warmth of a hug. These moments of connection nourish our souls and remind us of the beauty of belonging.

"The only true wealth is friends; and the only true gift you can give a friend is your time." β€” Thomas Merton

The Power of Learning

Life is a continuous journey of learning and growth. Embrace the curiosity within and explore new things, whether it’s mastering a new skill, delving into a captivating book, or simply learning a fascinating fact. Keeping your mind engaged and expanding your knowledge keeps life fresh and exciting.

"The beautiful thing about learning is that no one can take it away from you." β€” B.B. King

The Appreciation of Nature

Step outside and reconnect with nature. Immerse yourself in the tranquility of a forest, the vastness of the ocean, or the breathtaking beauty of a sunrise. Nature has a unique ability to calm our minds, inspire awe, and remind us of the interconnectedness of all things.

"In every walk with nature, one receives far more than he seeks." β€” John Muir

The Joy of Giving

Random acts of kindness, even small gestures, have the power to brighten someone’s day and create a ripple effect of positivity. Offer a helping hand, donate to a cause you care about, or simply express gratitude to those around you. The act of giving fosters connection and brings joy to both the giver and receiver.

"Kindness is like a pebble thrown into the water. It creates ripples that can reach far beyond what we can imagine." β€” Mother Teresa

The Embrace of Gratitude

Taking time to appreciate the good things in life, big or small, cultivates an attitude of gratitude. By focusing on what you have rather than what you lack, you can shift your perspective and find greater happiness and contentment.

"Appreciation is a wonderful thing. It makes what is excellent even more excellent, by drawing attention to it." β€” G.K. Chesterton

The Pursuit of Passion

Pursue your passions and interests, those activities that ignite a spark within you. Whether it’s painting, writing, music, or simply spending time in nature, engaging in activities you truly enjoy brings purpose and fulfillment to your life.

"The only person you are destined to become is the person you decide to be." β€” Ralph Waldo Emerson

The Power of Self-Care

Prioritizing self-care is not a luxury, but a necessity. It allows you to recharge, replenish your energy, and show kindness to yourself. Invest in activities that promote your physical and mental well-being, whether it’s getting enough sleep, exercising regularly, or pursuing relaxation techniques.

"Rest and self-care are so important. When you take care of yourself, you're able to take care of others." β€” Paige Lewis

Remember: The good things in life are rarely grand gestures, but rather the accumulation of small, meaningful moments. By cultivating an appreciation for these everyday treasures, you can create a life filled with joy, purpose, and a sense of deep satisfaction. So, open your eyes to the beauty that surrounds you, savor the simple pleasures, and let the spark within you shine brightly. β˜€οΈ

Menikmati Hari Ini

"The best way to pay for a lovely moment is to enjoy it." β€” Richard Bach

Bagaimana sebenarnya kita bisa benar-benar menikmati hari ini? Apabila kita bisa bangun pagi dari tempat tidur dalam keadaan yang sehat, bisa menggerakkan tubuh kita tanpa rasa sakit (atau minim rasa sakit), dan kita bisa melihat sekitar, menikmati secangkir teh atau kopi, bisa merasakan kesegaran udara pagi, bisa merasakan aneka sensasi dari pengalaman inderawi kita, maka itu semuanya adalah cara-cara terbaik untuk menikmati anugerah kehidupan ini. Berkesadaran penuh membuat kita bisa ‘menyelam’ dalam berbagai pengalaman sehari-hari, yang walaupun tampaknya biasa, bisa dinikmati dan dimaknai juga dalam rasa syukur. Berkesadaran penuh juga bisa membuat kita menyikapi setiap pengalaman dengan pola pikir yang sehat, bahkan untuk pengalaman yang menimbulkan frustrasi sekali pun. Kita bisa mengelola sikap mental terhadap pengalaman tersebut dengan tetap meyakini bahwa kita tetap bisa belajar sesuatu darinya, kendati saat ini perasaan kita tidak nyaman.

Menyadari kefanaan juga bisa membantu. Setiap hari adalah anugerah, dan akan ada saatnya bahwa hari ini menjadi hari terakhir kita. Mendasarkan pikiran dan pilihan tindakan kita pada ‘bingkai’ kesementaraan ini akan sangat membantu kita tetap berkesadaran penuh, dan menjadikan pengalaman-pengalaman yang tampak biasa menjadi sungguh bernilai, karena pada hakikatnya, tidak ada ‘pengalaman biasa’. Semua yang bisa kita alami, terima, nikmati, adalah pengalaman-pengalaman luar biasa, karena tidak ada pengalaman kita yang persis sama setiap hari, dan setiap pengalaman pada dasarnya adalah baru, walaupun terkesan sama dengan pengalaman-pengalaman di hari sebelumnya. Menyadari kefanaan ini dikenal dengan praktik memento moriβ€”mengingat kematian, untuk senantiasa menyadarkan kita akan hakikat kehidupan manusia yang pasti akan berakhir.

Lalu, menerima setiap pengalaman sebagaimana ‘wujud’ aslinya, tanpa berharap bahwa hal-hal akan terjadi secara berbeda. Apa yang ditakdirkan untuk terjadi pasti akan terjadi. Frustrasi bisa muncul karena kita memiliki keinginan akut bahwa hal-hal ‘semestinya‘ terjadi menurut keinginan kitaβ€”sesuatu yang diberi istilah ‘must-urbation‘ oleh psikolog Albert Ellis. Praktik menerima keadaan ini dikenal dengan amor fati. Ketika sebuah pengalaman tidak sesuai dengan harapan, tentu ada resistensi dari pihak kita, dan ini normal, akan tetapi kalau kita bisa mengelola cara pandang bahwa apa yang sedang terjadi tetap bisa menjadi ‘arena’ bagi kita untuk bertumbuh semakin baik, maka pengalaman itu pasti akan bisa menjadikan kita lebih baik.

Melepaskan diri dari berbagai beban mental juga sangat baik. Penyesalan di masa lalu, kekhawatiran akan ketidakpastian di masa depan, hanya akan ‘menyita’ banyak tempat dalam ruang pikir kita, sehingga hanya akan membuat segalanya terasa lebih berat dari yang sebenarnya. Kita perlu senantiasa melatih diri untuk menyadari bahwa kehidupan berjalan menurut kecerdasan Ilahi, logos, yang jauh melebihi kecerdasan kita, jauh melebihi apa yang bisa kita pikirkan. The world does not revolve around your thinking. Maka beban-beban mental dari masa lalu dan masa depan bisa dikelola dalam alam pikiran kita, apabila kita terhubung baik dengan Sumber Kehidupan itu sendiri.

Memberikan waktu dan perhatian juga bentuk dari menikmati hari ini. Sejenak melupakan urusan “diri” dan memberikan perhatian dan waktu kepada orang-orang di sekitar adalah sesuatu yang bisa diakses semua orang. Barangkali self-giving istilah yang tepat untuk ini. Perjalanan waktu menjadi tidak terasa, karena kita bisa ‘larut’ dalam interaksi dengan orang lain, dan kita sungguh-sungguh melebur di dalamnya. Terdengar indah, bukan? 😘

Carpe diemEnjoy each day!

Gerakan #DailyGratitude

Di awal tahun 2024 ini, saya ingin melanjutkan kebiasaan menulis jurnal rasa syukur (gratitude journal) yang rasanya belum begitu konsisten dilakukan di tahun 2023 melalui sebuah gerakan personal berlabel #DailyGratitude. You can do the same if you so choose.

Mengapa harus konsisten mengekspresikan rasa syukur?

Beberapa hasil penelitian berikut menjelaskan dampak-dampak baik dari mengungkapkan rasa syukurβ€”salah satunya dengan menulis jurnal rasa syukur secara konsisten (dan tulus, tentunya):

Manfaat Mental dan Emosional

  • Menekan kecemasan dan depresi: Sebuah pengkajian kuantitatif (meta-analysis) dari 70 penelitian menemukan bahwa intervensi praktik bersyukur berdampak signifikan pada penurunan depresi dan kecemasan. (Emmons & McCullough, 2003)
  • Meningkatkan kebahagiaan dan tingkat kepuasan hidup: Penelitian terhadap 300.000 responden menemukan bahwa mempraktikkan kebiasaan berterimakasih dan bersyukur sangat berhubungan dengan tingkat kepuasan hidup dan kebahagiaan. (Lyubomirsky et al., 2005)
  • Meningkatnya kualitas tidur: Sebuah penelitian menemukan orang-orang yang terbiasa bersyukur bisa tidur lebih cepat, lebih lama, dan umumnya melaporkan kualitas tidur yang lebih baik. (Snyder & Lopez, 2009)
  • Meningkatnya ketangguhan: Kebiasaan berterimakasih dan bersyukur dinyatakan sangat membantu orang mengatasi stres dan kemalangan; orang-orang ini memiliki ketangguhan dan kestabilan emosional yang lebih baik. (Sin & Lyubomirsky, 2009)

Manfaat untuk Kesehatan Fisik

  • Meningkatnya kesehatan jantung: Praktik berterimakasih dan bersyukur secara konsisten terkait sangat erat dengan tekanan darah yang lebih rendah, tingkat peradangan yang rendah, dan juga sistem imun tubuh yang lebih baik. (McCraty et al., 2003)
  • Pengurangan rasa nyeri: Sebuah penelitian menemukan bahwa ternyata individu-individu yang konsisten bersyukur melaporkan tingkat nyeri tubuh yang lebih rendah dan lebih berkemampuan dalam mengelola rasa sakit dan nyeri pada tubuh. (Wood et al., 2009)
  • Menunjang perilaku sehat: Tampaknya kebiasaan bersyukur secara tulus juga akan membuat orang memilih pola hidup yang lebih sehat, seperti rajin berolahraga dan makan dengan pola yang seimbang. (Sin & Lyubomirsky, 2009)

Sebelum beranjak ke manfaat bersyukur dalam relasi sosial, silakan disimak video dari universitas Harvard berikut tentang manfaat bersyukur dalam hidup. ‡️

Could gratitude make your life better? β€” Harvard University

Manfaat dalam Relasi Sosial

  • Hubungan yang lebih kuat: Kebiasaan bersyukur meningkatkan kualitas komunikasi, menguatkan ikatan sosial, dan mendorong interaksi yang lebih positif dengan orang lain. (Algoe et al., 2010)
  • Mendorong perilaku pro-sosial: Orang-orang yang terbiasa bersyukur cenderung akan lebih suka menolong, baik hati dan tulus, dan memiliki tenggang rasa terhadap orang lain. (Post et al., 2007)
  • Meningkatnya kesejahteraan batin: Kebiasaan bersyukur memperteguh makna dan tujuan hidup kita, yang pada akhirnya berkontribusi pada tingkat kesejahteraan dan ketenangan batin dan kepuasan hidup. (McCullough et al., 2002)

Setelah membaca hasil-hasil penelitian tersebut, saya tergerak untuk semakin konsisten lagi menjalankan praktik menulis jurnal rasa syukur (at least cognitively πŸ˜„).

Setelah kita memahami prinsip penting ini, barulah kegiatan bersyukur akan benar-benar mendatangkan manfaat yang baik bagi kita. Menulis jurnal secara rutin terkadang bisa terasa sebagai sebuah rutin harian saja (chore), apabila tidak benar-benar dinikmati sebagai sebuah proses yang reflektif. I had experienced this a lot, to be honest.

Baiklah, berikut ada beberapa format jurnal rasa syukur yang bisa menjadi panduan, apabila Anda yang sedang membaca postingan ini juga ingin memulai menjurnal. Tetapi di luar format ini, tentu setiap orang bisa membuat format sendiri yang benar-benar sesuai preferensi mereka.

Format Singkat dan Sederhana

Format jurnal sederhana bisa diunduh di bawah ini.

Format Berbasis Refleksi

Pada format ini, kita menuliskan respons terhadap pertanyaan-pertanyaan penggugah (prompts) seperti misalnya:

  • Berkat tak terduga apa yang kuterima hari ini?
  • Bagaimana seseorang (si X, misalnya) membuat hidupku lebih berwarna hari ini?
  • Momen apa yang membuatku kagum (pada seseorang atau sesuatu) hari ini?
  • Satu pelajaran hidup yang membuatku bersyukur hari ini:

Dengan prompts seperti beberapa contoh di atas, kita mencoba mengelaborasi sebuah pengalaman di hari tersebut secara reflektif.

Format Berfokus pada Visualisasi

Apabila kita menggunakan format ini, berikut beberapa prompts yang bisa diikuti:

  • Kita menutup mata dan mencoba membayangkan momen yang terasa paling damai di hari tersebut. Visualisasikan sejelas-jelasnya pengalaman tersebut.
  • Ketika kita membayangkan memegang secangkir rasa syukur yang melimpah-limpah, apa kira-kira resep dalam secangkir rasa syukur yang melimpah itu?
  • Andai kita bisa menulis kartu ucapan terimakasih kepada semesta, apa kira-kira kata-kata yang akan kita tuliskan di kartu tersebut?

Format Berorientasi Tindakan (Action-Oriented)

  • Kepada siapa saja aku harus berterimakasih hari ini? (dengan menelepon, mengirim pesan teks, atau membayangkan wajah mereka sekilas sambil berterimakasih dalam hati)
  • Satu cara yang bisa kulakukan untuk membagikan berkat kepada orang lain:
  • Satu hal yang bisa kulakukan besok sebagai ungkapan rasa syukur:

Format Kreatif

  • Menulis haiku atau puisi pendek yang berisikan ungkapan syukur.
  • Menggambar sketsa atau simbol yang merepresentasikan berkat terbesar dalam hidupmu.
  • Membuat kolase benda-benda yang engkau syukuri dalam bentuk foto atau kliping.

Setelah mengetahui manfaat menjurnal (yang didukung oleh banyak penelitian), maka tahap eksekusi menjadi bagian inti dari kegiatan menulis jurnal itu sendiri. Joel Brown mengatakan, “An idea that is developed and put into action is worth more than an idea that exists only as an idea.” Terkadang mudah sekali memaparkan suatu ide yang bagus, tetapi seringkali tidak ditindaklanjuti dengan disiplin dalam pelaksanaan idenya. (and I’m speaking to myself here 🀭)

Saya ingin menutup postingan ini dengan sebuah quote manis berikut,

A New Wooden Chair for Pope Francis

I haven’t found the right words to accurately and properly describe this, but what I experienced while watching this video this evening was beautiful. Paul de Livronβ€” who appears to be a French engineer, a craftsperson, and disabled due to an accident while hikingβ€”is designing a special wheelchair for Pope Francis, who now uses a wheelchair most of the time due to aging and health concerns. The fact that a disabled man is trying to help another person who’s facing the same condition is so touching and empowering! He doesn’t appear to be defined or defeated by his current limitations because of his disability. He still exudes an energized spirit. This is truly inspiring, and can I say that this exemplifies love so well? Love seems to be the driving force that empowers Paul de Livron to continue doing something he loves, and I could sense the beautiful energy that moved him as I watched the video.

A New Wooden Chair for Pope Francis is Being Designed

Gratitude Notes : 10 August 2023

The following are the 5 things I’m grateful for this morning:

  1. I am grateful to live another day. I had a slight migraine yesterday, but as I got up this morning, I felt better.
  2. I am thankful for all of the opportunities I experienced yesterday, from having enough food the entire day, going outside to get some stuff, being able to sleep and enjoy the rest, being able to participate in SEFEO group call, meeting my friends at the workplace. I mean, wow! Things can always get messy and ruin all those opportunities, but thank God, I could experience these opportunities well.
  3. I am grateful for having my parents well and healthy. The fact that they’re still alive is in and of itself a blessing to me, personally. I wish God would grant me more opportunities and graces to make them happy.
  4. I am grateful for my kids. I am so blessed to be given an opportunity to raise these 3 boys. I hope that I will live long enough to see them grow and be blessed with everything I need to support them along the way; to grow together with them.
  5. I am grateful for what I have right now. I live pretty well, and I hope I don’t fall into the temptation to compare my life with others all the time, so I can live in peace and contribute something little to the people around me every single day.

I want to close with this quote,

Living in a state of gratitude is the gateway to grace.

Ariana Huffington

5 Hal untuk Disyukuri Pagi Ini

Ilustrasi Bersyukur

Hai, berikut 5 hal yang saya syukuri di pagi ini, Kamis, 23 Maret 2023:

Pertama, saya bersyukur atas kesempatan untuk menjalani hidup di hari yang baru ini. Pagi tadi saya bangun dalam keadaan sehat dan bisa menikmati secangkir kopi hangat sebelum berangkat bekerja.

Kedua, saya bersyukur bisa bertemu dengan teman-teman saya di tempat kerja dan mereka semua terlihat dalam keadaan yang baik. Akan berbeda tentunya apabila ada salah satu yang sakit atau berhalangan untuk hadir karena alasan tertentu.

Ketiga, saya bersyukur bahwa anak-anak saya dalam keadaan yang baik di Pematangsiantar. Mereka masih libur sekolah hari ini (cuti bersama hari raya Nyepi). Saya senang melihat foto-foto mereka yang dikirimkan ibunya melalui WhatsApp.

Keempat, saya bersyukur atas keadaan bioreaktor pagi ini. Ini adalah area tanggungjawab saya dan saya merasa senang bahwa keadaannya pagi ini terlihat baik. Saya bersyukur bahwa saya bisa membantu dalam produksi daya listrik untuk keperluan operasional pabrik dan penerangan di afdeling-afdeling yang kami layani.

Kelima, saya bersyukur bahwa saya bisa mengirimkan laporan dengan lancar tanpa ada gangguan jaringan seluler pagi ini. Semua laporan terkirim dengan baik dan hal ini sangat pantas disyukuri karena melaporkan informasi proses dan analisis laboratorium adalah salah satu tugas penting saya setiap hari.


Pada dasarnya diberikan waktu 1 x 24 jam adalah anugerah terbesar dalam hidup saya setiap hari, karena dalam 24 jam itu banyak kebaikan-kebaikan kecil yang bisa dilakukan dan ada banyak waktu untuk melakukan hal-hal baik, entah itu membagikan tulisan, menulis jurnal rasa syukur seperti ini, atau berkomunikasi dengan keluarga dan orang-orang terkasih.

Mari selalu menanamkan niat untuk BERSYUKUR SETIAP HARI! 🀩

Salam,

Paulinus Pandiangan
Click to listen highlighted text!