Perihal Berdoa

Bagaimana kita sebagai Katolik sebaiknya berdoa?

Sebuah artikel di katolisitas.org telah membahas ini secara detail, dan di sini saya hanya menambahkan sedikit materi berupa video dari seorang frater Kapusin yang membuat channel YouTube bernama Mea Culpa.

Sekedar info, mea culpa sendiri (dibaca /ˌmejəˈkʊlpə/) merupakan versi bahasa Latin untuk menyatakan “Saya orang berdosa“.

Ini tentu saja merupakan pertanyaan yang sangat mendasar dan karena itu menjadi penting, karena jawaban atas pertanyaan ini akan menentukan pola berdoa kita sehari-hari.

Semoga dari beberapa video berikut kita dapat mengambil 1 atau 2 hal yang baik untuk membantu kita berdoa dengan lebih baik pula.

Dan semoga kita tetap tekun berdoa setiap hari, katakanlah setidaknya menyediakan 1% dari waktu kita setiap hari — atau setara sekitar 15 menit, cukup untuk berdoa Rosario — untuk berkomunikasi dengan Tuhan sungguh dari hati kita.

Pace e Bene. 🙂 🕊

Bagaimana Kita Berdoa? Pesan Santo Agustinus
Belajar Berdoa
Masih Tentang Berdoa

Semoga berguna, and one more thing…

Jesus Christ You Are My Life

Judul di atas merupakan lagu yang bisa dianggap paling populer dalam World Youth Day (WYD) atau Hari Orang Muda Sedunia, suatu buah karya Santo Yohanes Paulus II pada tahun 1984.

Lagunya sendiri diciptakan oleh Marco Frisina, seorang imam sekaligus komposer di Vatikan.

Video “Jesus Christ You Are My Life”

Lirik lagunya tersedia di beberapa alamat web, salah satunya di MusixMatch. Versi MP3nya dapat diunduh di bawah ini:

MP3 Lagu “Jesus Christ You Are My Life”

Lagu ini banyak dipakai sebagai backsound video tentang Santo Yohanes Paulus II semasa hidupnya, salah satunya seperti video berikut:

Semoga lagu ini mengingatkan kita untuk selalu menjadikan Tuhan Yesus Kristus sebagai pusat perjalanan kehidupan kita.

Pace e Bene. 🙂 🕊

All or Nothing

“This is something that The Lord has taught me: The person who loses his life and forgets oneself and dies to self is happy. This is the truth.”

— Clare Theresa Crockett (1982 — 2016)

Sabtu, 16 April 2016. Gempa 7.8 skala Richter mengguncang Ekuador, sebuah negara di Amerika Selatan. Itu adalah hari yang menutup cerita kehidupan Clare Theresa Crockett, yang tewas tertimpa reruntuhan gedung sekolah tempat ia mengajar saat berusaha menyelamatkan 5 siswa. Jasadnya ditemukan dalam keadaan menggenggam gitar, alat musik yang biasa ia mainkan…


Tulisan ini adalah tentang cinta. Cinta yang murni dan sepenuhnya. Cinta yang paling sempurna, yang hanya datang dari Allah.

Tuhan mencintai setiap orang tanpa syarat. Ia memanggil semua orang untuk mengikuti jalanNya, melalui cara-caraNya yang indah, yang tak akan terselami oleh pikiran kita yang terbatas. Ia berkarya di dunia melalui tangan-tangan anak-anakNya: kita. Kita semua diberikan kesempatan yang sama untuk mewujudkan karya-karya Tuhan di dunia, sesederhana apa pun hal yang bisa kita lakukan.

Kisah hidup suster Clare Crockett dari Irlandia berikut mungkin bisa menjadi refleksi bagi kita perihal memenuhi panggilan hidup dengan cinta yang sepenuhnya, bahkan sampai ajal menjemputnya di usia yang masih sangat muda, 33 tahun.

Pelajaran hidup dari seorang Katolik seperti suster Clare tentu tidak eksklusif untuk orang Katolik saja. Ini adalah pesan universal tentang menemukan cinta dan kebahagiaan sejati.

Selanjutnya…