(Masih) tentang Penderitaan

Isu penderitaan (suffering) selalu menarik bagi saya. Di satu sisi penderitaan ini universal (dialami semua orang), di sisi lain ia tetap menjadi misteri.

Ia universal karena semua orang mengalami penderitaan. Tak ada orang yang meninggalkan kehidupan di dunia ini tanpa goresan, entah itu goresan fisik di kulit atau luka di hati. Penderitaan hanya soal waktu, semua pasti akan mengalaminya, tanpa kecuali.

… SELANJUTNYA …

On Stillness

Ada sebuah idiom yang saya suka dalam bahasa Inggris: stop and smell the roses. Kira-kira artinya adalah berhenti sesaat dari kesibukan dan mencoba mengapresiasi indahnya dunia dan kehidupan itu sendiri.

Mengapa idiom seperti ini bisa muncul? Pasti karena sering terjadi bahwa kita, manusia, seringkali ‘larut’ dalam kesibukan dan hiruk pikuk dunia sampai hampir lupa ‘ngerem‘. Beralih dari satu kegiatan ke kegiatan lainnya for the sake of busyness itself. Terlihat sibuk seringkali disama artikan dengan semakin produktif, sehingga terlihat sibuk dianggap bernilai lebih. Paradigma ini cukup umum ditemui.

… SELANJUTNYA …

Channel Breakfast with Lukas

Sejak menonton video singkat tentang Minimalisme yang digagas oleh Ryan Nicodemus dan Joshua Fields Millburn—yang menyebut diri mereka sebagai The Minimalists—saya langsung terinspirasi untuk mencoba menerapkan pola hidup minimalis ini. Semakin saya mencoba mengenal minimalisme ini, semakin saya menemukan bahwa ternyata sudah banyak orang yang menghidupi prinsip ini, dan yang lebih menggembirakan, ternyata sudah banyak juga orang yang berbagi sumber daya di internet terkait minimalisme. Di YouTube, misalnya, banyak orang yang membagikan pengalaman mereka menjalankan gaya hidup minimalisme ini, pun yang berbahasa Indonesia.

Sebagai warga negara Indonesia yang berjiwa Pancasila dan rajin menabung 🤭 menemukan channel-channel seperti ini rasanya sangat menggembirakan. Saya baru saja menemukan channel YouTube Breakfast with Lukas yang persis membahas minimalisme ini! Reaksi pertama saya jelas saja langsung Subscribe dan klik tanda lonceng! 🤩😃

Channel yang diisi ibu Maria ini sangat perlu didukung supaya bertumbuh menjadi lebih besar, dalam artian lebih banyak subscriber. Terakhir saya cek ada 231 subscriber dan ada sekitar 11 video yang sudah diposting. Apabila Anda membaca blog saya ini dan merasa perlu hidup lebih bersahaja namun tetap anggun, sangat baik sekali tentunya jika Anda subscribe channel ini. Klik saja langsung di sini untuk segera ‘melompat’ ke sana.

Sebagai preview, ini salah satu videonya:

Mengapa Hidup Minimalis? — Breakfast with Lukas

Semoga Anda sungguh menemukan nilai-nilai yang baik yang dapat langsung diterapkan dalam hidup Anda pribadi dan keluarga. Percayalah, menonton video-video tentang hidup lebih baik, lebih sederhana, lambat laun akan memberikan dampak bagi Anda. Pertama tentu mempengaruhi perspektif, selanjutnya perilaku. Dan efeknya bukan hanya untuk Anda, tapi juga keluarga, dan semoga, orang-orang lain di sekitar Anda. 😉

Beberapa tulisan singkat saya tentang minimalisme dapat dibaca di link berikut ini:

That’s it. Semoga berguna, and have a blessed day! 😃🙏

Regards,

Stoikisme by Marissa Anita

Perihal stoisisme ini sudah menarik bagi saya sejak beberapa lama. Seiring waktu, saya semakin acap mendengar nama-nama seperti Henry Manampiring penulis Filosofi Teras, lalu Massimo Pigliucci yang menulis How to be A Stoic—dan sederet buku seputar Stoisisme, Ryan Holiday yang menulis The Daily Stoic, Jules Evans yang menulis Philosophy for Life. Banyak juga orang yang melalui komentarnya di media sosial yang ternyata telah merasa menerapkan filsafat ini dalam keseharian mereka dan dengan publikasi buku-buku dan video presentasi orang-orang yang saya sebutkan tadi, akhirnya menyadari bahwa apa yang mereka terapkan itu punya nama.

Dan lalu, Marissa Anita membahas Stoisisme ini di channel YouTube Greatmind. Tentu saja saya senang sekali, karena pada akhirnya, semakin banyak orang yang memiliki akses pada filosofi ini, dan disampaikan dalam bahasa Indonesia pula!

Dan selayaknya videonya saya bagikan di sini supaya Anda juga bisa menyimak—dan semoga berguna dalam hidup Anda! 🤩

Sila menyimak bagian pertama terlebih dulu:

Stoikisme Bagian Pertama

dan silakan melanjutkan di bagian kedua:

Stoikisme Bagian Kedua

Semoga berguna! 😊

On Cross and Suffering

The theme of suffering has always been an interesting question, and will always be, I think. Why do we suffer—is an eternal search of humankind. And it remains as mystery.

The following videos address exactly this very subject, in Christian view. The first is on our cross, the second is about suffering, and the third is the power of cross in relation to human suffering.

It’s always interesting to hear someone speaks on this universal topic yet still a mystery among us.

The first one is on Our Cross.

Bishop Fulton Sheen on Our Cross

The following is on Suffering:

Bishop Fulton Sheen on Suffering

Though the above videos are old ones, the message is always relevant, even for today. So spend your time to listen and to reflect. Your time will not be wasted. Even if so, it would be wasted for good. 😃

In the middle of this coronavirus pandemic, it’s wise to reflect on this very aspect of our life. We all suffer to some degree, so why not go deep about it, right?

If you will, go ahead and waste your time watching another video, from another bishop, on the power of the cross, of how Jesus Christ actually dealing with all kinds of our humanly suffering on the cross, and how through that, He redeems our sins.

Here’s the video:

Bishop Barron on The Power of The Cross

Hope you enjoyed the videos and really reflect on your day to day lives. May God speak to you in the middle of your own suffering, and I wish you all the best. 😊

Regards,

Save Me Last Place

Saya baru saja menemukan puisi yang menurut saya sangat indah, ditulis dengan kerendahan hati, dan benar-benar mengena. Penulisnya Eric Pearlman. Judulnya Save Me Last Place.

Berikut baris demi baris puisinya:

Keep the last place for me, God. 
The one that's not too pretentious, at the end of the table, closer to the waiters than to the guests of honor. 
Because I don't know how to be with important people. 
I don't know how to win. 
I'm not able to celebrate like others do. 

Keep the last place for me, God.
The one that no one wants. 
Far at the back of the rickety bus, transporting commuters of mercy every day from sin to forgiveness. 

Keep the last place for me, God. 
The one at the back of the line. 
I'll wait my turn and I won't complain if some bully cuts in front of me. 

Keep the last place for me, God. 
For me, it will be perfect because You'll be the one who chooses it. 
I'll feel comfortable and I won't have to be ashamed of all my errors. 
It will be my place. 
It will be the place for people like me. 
For those who arrive last, and almost always late, but who arrive no matter what. 

Keep that place for me, my God. 

Bagaimana kesanmu membaca puisi ini—dalam konteks hubungan pribadimu dengan Tuhan?

Berikut versi videonya yang dikemas rapi di channel Alateia:

Eric Pearlman — Save Me Last Place

Semoga Anda bisa merasakan sikap menghamba—yang sepatutnya rendah hati—yang ditampilkan sangat baik di puisi ini.

Semoga! ❤☺

A Simple Morning Prayer

The following is a short, humble prayer you and I could pray to start our day.

O, almighty and eternal God, my Lord and my Creator.
I offer to Your Divine Majesty
my every thought, word, action and suffering.
As often as I draw my breath,
as often as the blood circulates in my veins, 
at every beat of my heart, 
I offer it to You. 
Accept, O Lord, this humble offering. 

Please consider subscribing to Aleteia channel if you find such contents useful and valuable.

Have a blessed day! ☺

Half Brothers

Ini tentang film yang berisikan nilai-nilai keluarga; bagaimana hubungan antara ayah, anak, dan saudara akan terbangun dengan kokoh apabila orang mau saling terbuka, menerima kelemahan dan kesalahan sebagai sesuatu yang dimiliki semua orang, dan saling memaafkan.

Awalnya pertama menonton saya belum begitu tertarik, apalagi karakter-karakternya tidak langsung membuat saya tertarik (bahkan terkesan konyol awalnya), tetapi semakin lama alurnya semakin menarik, dan sampai-sampai di bagian akhir mata saya sedikit berkaca-kaca ketika melihat semua kepingan cerita akhirnya menjadi satu dan menampilkan keindahan cinta dalam keluarga. Apa yang dulu dijanjikan sang ayah kepada anaknya Renato akhirnya menjadi kenyataan, dan ternyata sang ayah selama ini bekerja keras untuk mewujudkan impian itu, meskipun di tengah perjalanan saya sedikit kecewa pada sang ayah, tetapi akhirnya saya melihat gambaran besarnya.

Saya sangat merekomendasikan film ini untuk Anda saksikan, dan saya yakin Anda bisa memperoleh sesuatu yang baik darinya. Semoga. 😊👌Lagi pula, genre film ini adalah drama dan komedi, jadi tetap ada humornya.

Berikut ini trailer resminya:

Half Brothers Official Trailer

Torrent downloadnya dapat Anda peroleh di alamat berikut ini, tentu Anda harus menggunakan aplikasi torrent untuk mengunduhnya, seperti BitTorrent atau sejenisnya.

Enjoy! 🤗