Sebuah Ucapan “Selamat Makan”

Sebuah ucapan “selamat makan” tak sesederhana bagaimana ia terdengar; sangat tergantung bagaimana konteksnya.

Ketika masih diberikan kesempatan untuk bersama orang-orang terkasih dalam hidupmu, sadarilah, bahwa itu sebuah kesempatan yang unik, yang tak akan mungkin terulang persis sama di waktu yang lain. Every single second matters.

Di tengah pandemi saat ini, kita disadarkan kembali makna kebersamaan itu: sebuah anugerah terindah dari Yang Kuasa.

Nikmatilah selagi bisa.

Karena kita tak akan pernah tahu sampai kapan kita bisa bersama. Akan ada waktunya kita untuk berpisah. Salah satu akan pergi. Yang kita punya hanyalah detik ini saat kita bersama. Nikmatilah.

Saving Grace

The following video is an official video of Kodaline’s Saving Grace, a song about how people experience the current pandemic. I found the video so touching. So far I could see that this corona virus pandemic strips away all the inessentials in our lives, showing us again what really matters in life.

Deep down in our hearts, we all crave for LOVE.

That’s the message I’ve got seeing this video. And addition to that, the lyrics is also so empowering. Here are the lines from Google:

When you're out in the open
And you're tired of hopin'
I'll be there in a moment
I'll be by your side
When you're scared and you're lonely
When there's no one to hold you
I just want you to know that
I'll be by your side
You keep me strong when I can't carry on
When you lose your feet
Fall down to your knees and your heart's about to break
I will be your saving grace
When your eyes can't see, take my eyes from me
When you're lost and losing faith
I will be your saving grace
Be my, be my, be my saving grace
Won't you be my, be my, be my saving grace
When my heart's getting older
And my body is breakin' down
In my head yeah I know that I'll be by your side
I don't know about the future
No one knows what the future holds
All I know is I know that I'm giving you my life
You keep me strong when I can't carry on
When you lose your feet
Fall down to your knees and your heart's about to break
I will be your saving grace
When your eyes can't see, take my eyes from me
When you're lost and losing faith
I will be your saving grace
Be my, be my, be my saving grace
Won't you be my, be my, be my saving grace
Won't you be my, be my, be my saving grace
Won't you... be my saving grace
You keep me strong when I can't carry on
Oh
When you lose your feet
Fall down to your knees and your heart's about to break
I will be your saving grace
When your eyes can't see, take my eyes from me
When you're lost and losing faith
I will be your saving grace
Be my, be my, be my saving grace
Won't you be my, be my, be my saving grace
Won't you be my, be my, be my saving grace
Won't you be my, be my, be my saving grace
Kodaline — Saving Grace

Even better, there is the virtual concert version! 🙂

Saving Grace Virtual Concert

Enjoy and be empowered! 🙂

All the best wishes,

Syukur KepadaMu Tuhan

Paduan Suara Vox Angelorum — Syukur KepadaMu Tuhan

Saya merasa sangat tersentuh dengan video klip paduan suara online ini. Selain karena lagunya yang sedari dulu memang saya sukai, saya tersentuh dengan semangat iman saudara-saudara seiman saya yang berusaha untuk tetap memuji nama Tuhan—meskipun tak bisa saling bertemu secara fisik—di tengah pandemi Corona saat ini.

Menyaksikan video ini seperti menyadarkanku kembali bahwa Tuhan selalu ada bersama kita sampai akhir waktu, dan syukur adalah hal terbaik yang dapat kita ungkapkan kepadaNya; sebab sebagaimana telah diingatkan Paus Fransiskus, bahwa krisis yang terjadi saat ini bukanlah hukuman dari Tuhan, bahwa krisis semacam ini pun dapat diubah Tuhan menjadi kebaikan bagi kita umat manusia.

Bersyukurlah untuk semua yang terbaik yang masih diberikanNya secara cuma-cuma bagi kita. 🙂

Salam damai,

Filosofi Teras : Sebuah Pengantar

Seorang pilot Amerika, James Stockdale, belajar di Stanford University sebelum perang Vietnam. Dosen filsafatnya di sana menganjurkan agar ia mempelajari Epictetus, salah satu filsuf Stoa yang suka menggambarkan filsuf mirip seorang tentara.

James Stockdale sangat terkesan pada pemikiran Epictetus. Hal-hal pokok yang ia ingat-ingat terus dari filsafat Stoa adalah:

  • Pembedaan antara apa yang up to us (tergantung pada kita) dan not up to us (tidak tergantung pada kita);
  • Soal baik atau buruk itu tergantung dari cara jiwa kita menafsirkannya; dan
  • Segala situasi hidup yang menimpa kita bersifat indifferent (netral saja).

Saat perang Vietnam pecah, ia ditugaskan bertempur di sana. Pesawatnya tertembak jatuh, dan ia menjadi tahanan di Hanoi, Vietnam selama tujuh tahun! Ia sering ditaruh di sel bawah tanah, disiksa, dipukuli, dan tiap hari mengalami penistaan lahir dan batin. James Stockdale mengatakan bahwa berkat Epictetus ia mampu bertahan waras, meski mengalami tekanan psikologis dan siksaan fisik selama tujuh tahun.


Kisah di atas merupakan salah satu kisah menarik yang tertulis dalam buku Filosofi Teras (reviewnya di sini) yang ditulis oleh Henry Manampiring tahun 2019 lalu—sebuah buku tentang Stoisisme, filosofi yang awalnya dikembangkan oleh filsuf Zeno di Yunani pada 2000-an tahun lalu dan menjadi sebuah laku hidup (way of life) yang (ternyata) masih sangat relevan sampai saat ini.

Cover Buku Filosofi Teras

Saya sangat merekomendasikan buku ini, yang bisa membahas Stoisisme dengan begitu renyah—dan lucu juga! 🙂

Hal yang sangat ditekankan dalam buku ini adalah prinsip dikotomi kendali—yang lalu oleh William Irvine dikembangkan menjadi trikotomi kendali—yang membantu kita memahami hal-hal yang ada dalam kendali kita dan hal-hal yang di luar kendali kita, dan dari itu selanjutnya membantu kita bersikap.

“Some things are up to us, some things are not up to us”

— Epictetus (Enchiridion)

Tertarik? 😉

Regards,

The Present

What follows is a short YouTube movie titled The Present. The message is good.

The Present

Enjoy!