Selamat datang di blog Paulinus Pandiangan. Semoga kamu menemukan sesuatu yang berguna.   Click to listen highlighted text! Selamat datang di blog Paulinus Pandiangan. Semoga kamu menemukan sesuatu yang berguna.

Musuh Kebahagiaan

Filsuf Epictetus pernah menuliskan begini dalam Discourses,

Kebahagiaan tak bisa berdampingan dengan keinginan akan hal-hal yang belum kita miliki. Kebahagiaan sudah cukup untuk dirinya sendiri, ia tak lagi kelaparan atau kehausan akan hal-hal yang lain.

Dalam psikologi ada istilah conditional happiness, yaitu suatu keadaan dimana kita baru merasa bahagia apabila syarat-syarat tertentu terpenuhi. Kebahagiaan bersyarat. Ini sangat umum kita temui, dan kita mungkin sudah menganut mentalitas seperti ini sejak lama. Kalimat-kalimat seperti, “Saya akan sangat senang kalau sudah lulus kuliah.”, atau “Kalau bonus saya tahun ini besar, saya akan bahagia sekali.”, merupakan bentuk ekspresi dari kebahagiaan bersyarat ini.

Dan karena konsep kebahagiaan seperti ini tak pernah benar-benar membawa kebahagiaan yang bertahan lama, bisa dipastikan bahwa model ini tak bisa menjadi pegangan yang baik. Kebahagiaan bersyarat tak akan membuat kita benar-benar bahagia.

Keinginan akut untuk selalu lebih dari saat ini, menginginkan hal-hal yang jelas-jelas tidak ada di depan mata saat ini, hanya akan membuat kita ‘buta’ pada hal yang bisa kita nikmati saat ini juga. Konsep seperti ini, kalau diibaratkan, membuat kita selalu membayangkan pantai pasir putih yang airnya lebih biru ketika kita, sebenarnya, sedang duduk santai di tepi pantai.

Dan inilah musuh kebahagiaan yang sebenarnya.

Kita perlu secara sadar berfokus pada momen saat ini, karena hanya saat inilah yang kita miliki. Masa lalu sudah lewat, dan masa depan tak lama lagi akan menjadi saat ini. Menikmati segala yang baik di saat ini menjadi pilihan yang bijaksana.

Seperti kata Epictetus tadi, kebahagiaan itu sudah cukup untuk dirinya sendiri, tak lapar dan haus akan hal-hal lain yang masih dalam imajinasi. Be content with the present. 🤗

Salam,

Paulinus Pandiangan

Gratitude Journal Day 1

So, here’s the thing.

I have been reading the first two chapters of The 90-Day Gratitude Journal written beautifully by S. J. Scott and Barrie Davenport, and somehow it inspires me to start journalling gratitude. Not only can I learn to appreciate the good things in my everyday life, but can also reap the benefits of being grateful, physically and psychologically.

According to an article in the Harvard Healthy Newsletter, as cited on the book itself,

“Gratitude is strongly and consistently associated with greater happiness. Gratitude helps people feel more positive emotions, relish good experiences, improve their health, deal with adversity, and build strong relationships.”

With that finding in mind, I can’t wait to start journalling right away, and here’s my day 1. Basically I’m just following the format available on the book, from day 1 to day 90.


“When you are grateful, fear disappears and abundance appears.”

Tony Robbins

#1: What is one thing I am grateful for today and why.

I am grateful for the time I spent playing with my son this evening, because holding him in my arms and kissing him over and over again is such a precious moment that I wouldn’t replace with anything. I am so blessed God given me a healthy and handsome child.

#2: What I’m looking forward to tomorrow.

I am looking forward to brew a cup of coffee using my small french press tomorrow morning and share it with my family. We always did. Well, not always, but most of the time. Everybody gets a sip or two, but we are happy. That single cup is always enough.

#3: A popular song that I enjoy and why.

It is an old song titled “Thanks to You” by Richard Marx, a tribute to mothers. I can relate to the lyrics, and the line that I really adore is this, “… My love for you will live in my heart until eternity’s through…

The following is the song video complete with lyrics, thanks to YouTube.

Thanks to You by Richard Marx

Those are the three items for my gratitude journal day 1. What about you? Have you been grateful today?

Regards,

Paulinus Pandiangan
Click to listen highlighted text!