Aksi Memberi dan Kesehatan

Saya kita kita semua setuju bahwa kesehatan adalah sesuatu yang tidak sepenuhnya bisa kita kendalikan atau upayakan. Kita bisa berolahraga secara reguler, mengatur pola makan dan istirahat dengan baik, dan tindakan-tindakan ini, saya percaya, bisa sangat membantu kita untuk sehat.

Akan tetapi, kemungkinan untuk menjadi sakit tetap ada, kendati dengan sederet upaya di atas.

Artinya, kesehatan pada dasarnya adalah rahmat; pemberian dari Yang Kuasa bagi kita. Tindakan-tindakan kita bisa membantu terciptanya kondisi sehat, akan tetapi pada akhirnya keadaan sehat itu sendiri adalah rahmat. It’s a gift on its own.

Upaya menjaga kesehatan biasanya selalu diasosiasikan dengan olahraga teratur dan pengaturan pola makan dan istirahat. Semuanya tentang fisik.

Tetapi kesehatan (ternyata) tidak melulu soal fisik.

Ilustrasi Memberi (Giving)

Kebiasaan memberi dengan ikhlas (generous giving) ternyata juga bisa memberikan dampak yang baik bagi kesehatan kita. Orang yang dengan ikhlas berdonasi atau memberikan bantuan kepada orang lain dilaporkan beberapa penelitian mengalami perbaikan pada kualitas kesehatannya. Orang-orang seperti ini pada umumnya memiliki tekanan darah yang lebih stabil, memiliki kepercayaan diri yang baik, tidak rentan mengalami depresi, dan lebih merasa puas dengan hidupnya, juga tentu lebih bahagia.

Saya juga pernah membaca sebuah studi yang membandingkan kelompok orang yang rela memberikan uangnya dengan orang yang menyimpan semua uangnya untuk diri sendiri. Yang menarik adalah, kendati orang yang menyimpan uang untuk diri sendiri pada akhirnya memiliki lebih banyak uang (tentu saja!), akan tetapi cenderung kurang bahagia dan lebih rentan terserang penyakit dibandingkan orang-orang yang dengan rela memberikan sebagian uangnya kepada orang lain. Tampaknya memang kita dirancang sebagai makhluk yang harus berbagi untuk bisa hidup dengan sehat dan bahagia.

Saya jadi teringat dengan kata-kata Santo Fransiskus dari Assisi yang sangat terkenal itu,

Memberi dengan ikhlas pada dasarnya perlu kita lakukan untuk diri sendiri, karena hanya dengan begitulah kita akan menerima pula kebaikan yang ditimbulkannya. Salah satunya, tentu saja, dampaknya bagi kesehatan kita. 😉

Memberi juga merupakan ekspresi dari rasa syukur. Giving is gratitude in action.

Saya kira relasi antara aksi memberi dengan tulus (dan dengan intensi untuk membantu orang lain) dan dampak baiknya bagi kesehatan kita akhirnya menjadi jelas. Dengan memberi aku menerima, sebagaimana ungkapan terkenal Santo Fransiskus dari Assisi.

Akan tetapi, penekanan dari aksi memberi tetap harus pada koridor untuk membantu orang lain. Membaiknya kesehatan dari aksi memberi hanyalah efek samping, dan bukan tujuan.

Memberi secara berlebihan hingga mengorbankan waktu untuk diri sendiri justru menyebabkan kelelahan yang malah tidak menyehatkan. Tetap harus ada keseimbangan antara waktu untuk diri sendiri dengan waktu yang didedikasikan membantu orang lain. The art is in the balance.

Untuk bacaan yang lebih detail, berikut 3 artikel yang membahas hal ini:

  1. 5 Ways Giving Is Good for Your Health di alamat ini: https://www.besthealthmag.ca/list/5-ways-giving-is-good-for-your-health/
  2. 5 Ways Giving Is Good for You di alamat ini: https://greatergood.berkeley.edu/article/item/5_ways_giving_is_good_for_you
  3. Why Giving is Good For Your Health di alamat ini: https://www.heifer.org/blog/why-giving-is-good-for-your-health-copy.html

Semoga postingan singkat ini berguna! ❤💖🤩

Salam,

Paulinus Pandiangan

Jumlah Kalori Berjalan Kaki

Beberapa hari terakhir saya mencoba ‘bermain-main’ dengan target 10 ribu langkah per hari. Aplikasi Mi Health di perangkat genggam saya menyediakan fasilitas untuk menghitung jumlah langkah.

Ilustrasi Berjalan Kaki

Sayang sekali perhitungan kalori di aplikasi ini nampaknya sedikit keliru (misleading). Sebagai contoh, untuk pagi ini saya berhasil mencatatkan 9,194 langkah dengan jumlah kalori terbakar 368 kcal. Satuan kalori inilah yang meragukan.

Saya lalu melakukan pencarian di mesin pencari Google, dan menemukan beberapa kalkulator kalori yang bisa menghitung kalori terbakar dari jumlah langkah, tinggi dan berat badan kita. Salah satunya di alamat ini. Ada versi yang lebih praktis lagi di alamat ini, dimana kita tinggal meng-input data-data usia, berat dan tinggi badan, kecepatan berjalan, serta jenis kelamin.

Dari cross-check di situs-situs kalkulator kalori, angka kalori untuk 9,194 langkah sekitar 367 kalori. Cukup dekat dengan angka 368 yang ditampilkan di aplikasi Mi Health saya. Benarlah dugaan awal saya bahwa satuannya keliru.

Instead of kcal, it should be cal.

Dengan hitungan sederhana ini, bisa dibuat faktor konversi sederhana bahwa untuk tiap menit berjalan kaki dengan kecepatan saya, kalori yang terbakar sekitar 5 cal. 🚶‍♀️

Anyway, salam sehat untuk kita semua! 💕😍

Regards,

Paulinus Pandiangan

Akhirnya Tuntas Vaksinasi!

Vaksin CoronaVac

Akhirnya vaksinasi dosis kedua saya tuntas pada 3 Agustus 2021 kemarin. 👏

Rasanya cukup menyenangkan bisa mengikuti program vaksinasi ini dengan baik. Semua proses berjalan dengan lancar, dan mengambil bagian dalam program memerangi pandemi COVID-19 ini rasanya cukup membahagiakan. It’s happy to participate in flattening the curve. 🤩

Saya juga senang mendapatkan pelayanan yang baik dari para tenaga kesehatan yang terlibat. Saya berdoa semoga mereka semua diberikan berkat kesehatan dan umur panjang.

Salam sehat selalu,

Paulinus Pandiangan

Olahraga Kala Pandemi

Untuk tujuan menjaga kebugaran tubuh di masa pandemi, saya membuat jadwal olahraga yang dibagi dalam 3 rutin: pagi, siang, dan malam.

Berikut tata urutan kegiatannya:

Berikut kegiatan rutin pagi:

  • Jalan kaki santai 30 menit;
  • Push-up sebanyak 20 kali, dibagi dalam 2 set, masing-masing 10 kali. Tiap set diselangi break selama 5 menit; dan
  • Plank reguler sebanyak 2 set, masing-masing 50 detik, break antar set selama 2 menit.

Begini plank reguler yang saya maksud:

Berikut kegiatan rutin siang:

  • Jalan kaki santai 30 menit;
  • Push up 20 kali, dibagi dalam 2 set, masing-masing 10 kali. Tiap set diselangi break selama 5 menit; dan
  • Plank reguler sebanyak 2 set, masing-masing 50 detik, break antar set selama 2 menit.

Berikut kegiatan rutin malam:

  • Jalan kaki santai 30 menit;
  • Push up 20 kali, dibagi dalam 2 set, masing-masing 10 kali. Tiap set diselangi break selama 5 menit; dan
  • Side plank sebanyak 2 set, masing-masing 30 detik, tanpa break.

Begini side plank yang saya maksud:

By the way, the model above is definitely not me. 🤭

 


Saya berharap dengan membaca postingan ini kamu juga terinspirasi untuk melakukan olahraga di rumah untuk menjaga kesehatanmu. Di tengah pandemi saat ini menjaga kebugaran tubuh menjadi semakin perlu.

Silakan membuat rutin olahraga sendiri yang sesuai dengan style kamu, dan harus diingat bahwa dibutuhkan kesabaran untuk tekun berolahraga untuk bisa mencapai hasil yang diharapkan. Tak ada hasil yang instan. It takes time, and so patience is needed.

Tidak perlu berekspektasi berlebihan. Yang jauh lebih penting adalah menjaga tubuhmu tetap fit. Tidak perlu pula terlalu terpaku pada indikator-indikator pencapaian dalam olahraga. Just do it your way.

Semoga postingan ini berguna. 🤩

Salam,

Paulinus Pandiangan

Stoikisme dan Pandemi

“Wherever there is a human being, there is the opportunity for an act of kindness.”

Seneca

Selalu ada kesempatan untuk berbuat baik, terlepas dari situasi yang tengah melanda. Begitulah keyakinan Seneca. Dan melihat situasi pandemi saat ini, tampaknya keyakinan Seneca itu tidak terlalu sulit untuk dibuktikan. It’s just as real as your existence. Kita dapat menyaksikan sendiri jamaknya aksi kebaikan manusia di tengah situasi pandemi ini.

LANJUTKAN MEMBACA …

Kalkulator BMI (Body Mass Index)

Berikut kalkulator BMI (Body Mass Index) yang dapat kamu pakai untuk menghitung indeks tinggi dan berat badan.

Kamu dapat mengisi berat dan tinggi badan kamu dan dari perhitungan yang ditampilkan nantinya kamu dapat mengetahui apakah postur kamu berada di kisaran normal atau tidak; apakah kamu mengalami obesitas atau tidak.

Indeks BMI ini tentu saja bukan merupakan indikator yang menyatakan bahwa kamu sehat; lebih ke proporsi tinggi badan terhadap berat badan saja. Posture, so to speak.

Mengutip dari laman ini, hasil BMI yang normal adalah dengan rentang nilai 18.5 – 24.9. Apabila hasil BMI berada di bawah 18.5 berarti asupan kalori harian kamu lebih rendah dari kebutuhan kamu. Oleh karena itu, disarankan untuk mengkonsumsi lebih banyak kalori untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

Jika hasil BMI kamu berada di atas 24.9 berarti asupan kalori kamu lebih tinggi dari kebutuhan, sehingga disarankan untuk mengurangi asupan kalori atau dengan berolahraga secara rutin.

Semoga berguna! 🥰

Salam,

Paulinus Pandiangan

Akhirnya Vaksinasi! 🤩

Pada Sabtu, 3 Juli 2021 kemarin, saya akhirnya menerima dosis vaksinasi pertama. Vaksinnya adalah Sinovac, atau dikenal juga dengan CoronaVac.

Dosis kedua akan saya terima kembali nanti pada Sabtu, 31 Juli 2021, kurang dari sebulan setelah dosis pertama.

Senang rasanya bisa mengambil bagian dalam upaya bersama mengatasi pandemi COVID-19 saat ini. Semua terdampak dari pandemi ini, dan sangatlah bijaksana apabila masing-masing individu memberikan sumbangsihnya, tidak hanya dengan melakukan protokol kesehatan dengan cermat, tetapi juga mengikuti program vaksinasi nasional.

Saya yakin pandemi ini belum akan selesai secepat yang kita inginkan bersama, tetapi dengan upaya kolektif, masing-masing mengambil perannya, saya percaya bahwa kita pada waktunya akan mampu.

Semoga.

Salam,

Paulinus Pandiangan

#GerakJalan Selasa, 16 Februari 2021

Saya kembali melakukan #gerakjalan pada hari Selasa pagi kemarin, 16 Februari 2021. Baru diposting hari ini karena kemarin lupa. 🤦‍♂️

Inilah hasil yang saya peroleh:

Lumayan 🤭

Kegiatan berolahraga memang menjadi sesuatu yang akhirnya dipamerkan sekarang ini, hahahaha… 🤣🤣🤣🤣. Sudah didukung teknologinya, soalnya. I do, then I share nampaknya menjadi sesuatu yang menjadi normal sekarang ini, walaupun tentu kita harus tetap menyadari bahwa kita melakukan hal yang baik—dalam konteks ini olahraga—adalah untuk kebaikan kita sendiri, bukan untuk agar ada hal yang bisa dipamerkan.

Anyway, salam sehat untuk kita semua. 🙏

#GerakJalan Kamis, 11 Februari 2021

Seperti bisa ditebak dari judulnya, ini tentang apa yang baru selesai saya lakukan pagi ini, #gerakjalan. Hasilnya semakin baik, saya berhasil mencapai jarak tempuh 5 km! 🤗

Inilah hasil gerak jalan saya sebagaimana terekam di aplikasi Google Fit:

Hasil Gerak Jalan Pagi Ini
Capaian Waktu per Kilometer

Catatan waktu per km saya relatif stabil, di 11 — 12 menit. Sisa 0.35 kilometer terakhir melambat karena sudah lelah, hahaha… 🤣🤣🤣🤣

Ini beberapa fofo yang saya ambil sambil gerak jalan tadi:

Ada Refleksi Awan di Permukaan Air. Nice! 😊
Langit Biru! ☁⛅⛅
Keringat Yang Membahagiakan 😀

Begitulah hasil #gerakjalan saya pagi ini. Tentu melelahkan, tapi sangat segar dan senang bisa melakukannya.

Salam sehat untuk kita semua! ❤

#GerakJalan Selasa, 9 Februari 2021

Saya kembali melakukan #gerakjalan pada pagi ini, Selasa, 9 Februari 2021. Rutenya masih sama, di sekitar area bioreaktor tempat saya bekerja. Lumayan, mencapai durasi 1 jam juga ternyata.

Ini hasil yang saya peroleh dari pelacakan Google Fit.

Hasil Gerak Jalan Pagi Ini

Rasanya segar dan menyenangkan. 😄 Saatnya istirahat dulu dan minum air putih.

Salam sehat,