Selamat datang di blog Paulinus Pandiangan. Semoga kamu menemukan sesuatu yang berguna.   Click to listen highlighted text! Selamat datang di blog Paulinus Pandiangan. Semoga kamu menemukan sesuatu yang berguna.

Praktik Premeditatio Malorum Saya

Hai, teman-teman… Saya sebenarnya sudah pernah menulis tentang Premeditatio Malorum ini sebelumnya dan juga membahasnya di Buku Kecil Stoikisme yang telah saya publikasikan juga. Kali ini saya hanya ingin membagikan bagaimana saya menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari, dimulai dari malam hari saat saya beranjak tidur.

Pertama, saya memvisualisasikan bahwa esok paginya saya bisa saja bangun dengan segar tanpa migrain, atau bisa jadi saya bangun pagi dalam keadaan migrain. Saya sering merasakan migrain ketika bangun pagi, sehingga akhirnya saya menjadikan ini sebagai bagian dari kemungkinan pengalaman yang bisa terjadi di pagi hari. Saya menjadi begitu bersyukur ketika pagi hari saya bisa bangun dengan segar tanpa migrain!

Kedua, ketika akan berangkat kerja, saya memvisualisasikan bahwa saya bisa saja terpeleset di perjalanan ketika menuju pabrik. Saya memang jarang sekali terjatuh dari sepeda motor, akan tetapi kemungkinan itu tetap ada, bukan? Ketika suatu saat misalnya hal itu terjadi, saya bisa segera menyadari bahwa itu merupakan pengalaman manusiawi yang bisa terjadi kepada semua pengendara sepeda motor, termasuk saya.

Ketiga, ketika akan berangkat bekerja saya juga memvisualisasikan bahwa orang-orang yang saya temui tidak akan bertindak sebagaimana yang saya harapkan. Ketika saya memberi senyuman, mereka tidak akan membalas dengan tersenyum kembali. Ketika saya berusaha untuk bersikap ramah kepada orang yang saya temui, orang-orang akan bersikap negatif dan toksik kepada saya. Ketika saya berniat untuk mengerjakan sesuatu, akan ada saja hal-hal yang mengganggu agenda saya. Dengan kata lain, saya mencoba untuk bersiap secara mental pada berbagai bentuk disrupsi atau gangguan, sehingga ketika hal-hal tersebut ternyata benar-benar terjadi, saya bisa tetap berdamai dengan keadaan. Dalam konteks ini saya berpendapat bahwa praktik amor fati (mencintai takdir) harus diawali dengan premeditatio malorum (visualisasi negatif).

Dan yang paling menarik adalah ketika ternyata kita mengalami berbagai hal positif sepanjang hari (ini juga bisa terjadi!): ketika orang-orang yang kita temui misalnya bersikap sangat ramah dan baik, ketika kita misalnya mendapatkan pengalaman yang berkesan ketika berkomunikasi dengan orang lain, ketika misalnya kita mendengar kabar gembira dari seorang teman, ketika misalnya kita memiliki banyak waktu untuk mengerjakan apa yang kita sukai tanpa banyak gangguan. Hari kita akan terasa begitu berkesan, dan kita akan sangat bersyukur karena kita juga menyadari bahwa hari kita bisa saja diisi dengan berbagai pengalaman yang tidak menyenangkan. Inilah yang menurut saya menjadi nilai dan kekuatan dari praktik Premeditatio Malorum itu sendiri: kita menjadi terbuka pada kenyataan dengan segala kemungkinannya, dan kita bisa mengapresiasi dengan sungguh-sungguh ketika hal baik terjadi dalam hidup kita.

Sebagai penutup, mari kita simak sebuah quote dari Seneca berikut:

Menentukan Tujuan ala Stoik

Berikut tiga strategi stoik dalam menentukan tujuan, sebagaimana disarikan dari artikel di laman Daily Stoic ini.

[1] Menentukan tujuan yang di bawah kendali kita.

Tugas utama seorang manusia dalam hidupnya, menurut Epictetus, adalah memahami apa yang di bawah kendalinya dan apa yang di luar kendalinya. Sebagai contoh, kesuksesan. Kesuksesan adalah tujuan banyak orang, dan banyak yang tidak menyadari bahwa kesuksesan adalah sesuatu yang tidak berada di bawah kendali kita sepenuhnya. Menjadikan kesuksesan sebagai tujuan hanya akan menimbulkan ketidakbahagiaan, karena ada begitu banyak faktor yang mempengaruhinya, faktor-faktor yang berada di luar kendali kita.

Lalu kalau bukan kesuksesan, apa tujuan yang seharusnya?

Yang lebih rasional adalah mengerahkan kemampuan terbaik saat mengerjakan sesuatu. Mark Manson, seorang penulis, pernah mengatakan bahwa dia tidak pernah menargetkan bahwa bukunya akan sukses di pasaran. Yang menjadi tujuannya adalah berupaya menulis buku yang lebih baik dari buku yang sebelumnya, dengan segala upaya terbaik yang bisa dilakukan.

Itulah yang dimaksud dengan menentukan tujuan yang di bawah kendali kita.

Ilustrasi Menetapkan Tujuan | Sumber

[ 2 ] Tidak membuat terlalu banyak tujuan.

Tujuan yang terlalu banyak dalam satu waktu bisa melumpuhkan. Kita akan kesulitan dalam membuat prioritas. Melakukan 3 hal dengan nilai A jauh lebih baik dibandingkan dengan melakukan 5 hal dengan nilai B, atau bahkan C. Maka sangat penting untuk mengkaji sebuah tujuan yang sudah ditetapkan: apakah ia benar-benar penting?

Dengan ‘memangkas’ tujuan-tujuan yang tidak esensial dari daftar panjang tujuan-tujuan yang ingin dicapai, kita akan hidup lebih seimbang dan dengan demikian memperbesar peluang kita untuk sukses dalam tujuan-tujuan yang lebih penting.

[ 3 ] Memastikan tujuan tersebut benar-benar tujuan kita sendiri.

Saya pernah menyinggung tentang hasrat mimetik di sebuah tulisan lama. Ide dasarnya adalah bahwa banyak dari keinginan kita muncul akibat meniru keinginan atau hasrat orang lain. Inilah yang perlu dicermati dalam menentukan tujuan: apakah tujuan ini benar-benar sesuatu yang penting bagi kita, atau hanya sesuatu yang mengikuti tujuan orang lain?

Juga, kita perlu mengarahkan tujuan bukan pada hal-hal eksternal, seperti tujuan untuk mendapatkan pengakuan atau penghargaan. Tujuan yang benar adalah tujuan untuk memperbaiki diri dari waktu ke waktu; sehingga kompetitornya bukanlah orang lain, melainkan diri sendiri. Berkompetisi dengan diri sendiri yang dimaksud di sini adalah berusaha untuk terus memperbaiki diri dari dalam, layaknya seorang atlet yang terus berusaha memperbaiki rekor yang diciptakannya sendiri.


Saya hanya ingin menutup tulisan ini dengan quote berikut,

Perihal Kematian

Membicarakan kematian memang tidak nyaman, akan tetapi memang tidak bisa dihindari. Kita semua tahu bahwa setiap kehidupan berpasangan dengan kematian, dan kematian adalah fakta yang pasti akan dialami semua orang. Berikut beberapa quotes tentang kematian dari buku Leo Tolstoy berjudul A Calendar of Wisdom yang ditulis untuk bacaan 7 November. Semoga quotes berikut bisa memperkaya perspektif kita tentang kematian itu sendiri. Dalam filsafat Stoikisme pun, bermeditasi tentang kematian (memento mori) merupakan suatu praktik yang dianjurkan untuk membantu kita ‘melihat’ apa yang benar-benar penting dalam hidup.

Anda bisa memandang kematian sebagai kematian, dan kematian sebagai kebangkitan. Saya mati sebelum saya dilahirkan, dan di saat kematian aku akan kembali pada keadaan yang sama.

George Lichtenberg

Saya tidak pernah menyesal dilahirkan dan menghabiskan sebagian hidupku di dunia ini, karena aku percaya hidupku bermanfaat. Saat akhirnya tiba, aku akan meninggalkan kehidupanku dengan cara yang sama seperti ketika aku meninggalkan penginapan yang bukan rumahku, karena aku menyadari bahwa kehidupanku di dunia ini sifatnya sementara dan kematian hanyalah suatu proses berpindah ke keadaan yang berbeda.

Marcus Tullius Cicero

Kalaupun keyakinanku bahwa jiwa akan tetap abadi adalah keliru, aku akan bahagia dengan kekeliruan itu, karena selama aku hidup di dunia tak ada seorangpun yang bisa mengambil keyakinan itu dariku, sesuatu yang memberiku ketenangan dan kepuasan yang luar biasa.

Marcus Tullius Cicero

Positif di Jagat Maya

Di tengah semakin banyaknya aksi bully di jagat maya, semakin dibutuhkan kemampuan untuk berinteraksi secara positif dan bertanggungjawab. Berikut beberapa cara praktis untuk melatih diri bersikap positif di jagat maya:

  1. Mengirimkan pesan positif kepada teman dan saudara melalui aplikasi pesan. Kata-kata yang tidak menghakimi dan memberikan motivasi yang baik kepada orang lain tidak hanya bermanfaat bagi diri kita sendiri, akan tetapi juga berpotensi membantu orang lain yang benar-benar membutuhkan dukungan.
  2. Memposting gambar-gambar yang positif di media sosial yang bisa menginspirasi orang lain yang melihatnya.
  3. Membagikan artikel yang memberikan perspektif baru dan ide-ide segar.
  4. Merekomendasikan buku, film, atau bahkan rumah makan atau tempat-tempat yang menurut kita bagus.
  5. Me-review bisnis lokal dengan kata-kata yang positif dan memberikan informasi yang bermanfaat kepada orang lain. Ini bisa dilakukan, misalnya, di platform Google Maps.
  6. Memberikan komentar positif di postingan orang lain, atau, kalau dirasa tidak perlu memberikan komentar, menahan diri untuk berkomentar.
  7. Memposting gambar yang menunjukkan pengalaman sehari-hari secara orisinil, dan bukan gambar-gambar yang diedit sedemikian rupa untuk tujuan pamer semata.
  8. Membagikan informasi tentang orang-orang yang membutuhkan pertolongan, atau bahkan membuat penggolongan dana bagi orang-orang, bisnis kecil, atau komunitas kecil yang membutuhkan dukungan finansial.

Harapannya satu: semoga Anda menjadi salah seorang yang menggunakan jagat maya dengan positif, dan itu akan mengurangi satu orang yang potensial untuk melakukan bully.

Perfectly Broken

Hai, siang ini saya mendapatkan video lagu dari Banners berjudul Perfectly Broken di laman Home aplikasi YouTube, dan ternyata lagunya bagus. Liriknya sendiri bisa dilihat di laman ini, dan berikut videonya. Selamat menikmati!

Kalau Anda tertarik untuk menonton video sambil tetap bisa menyimak lirik lagunya, berikut saya salinkan teksnya:

I’m back at the start
Falling apart in the old ways
I wish I was flawless, I’m not
Was fading away
But everything fell into place
When you told me your name

Two halves of a heart hardly beating alone
But now that I found you, I’m not letting go

Fall into me
Everyone’s broken and I got this missing piece
Honestly, you fit me like no one
You’re perfectly broken for me

You’ve been in the dark
Believing your thoughts when they tell you
You’re anything less than you are
But that’s just not true
‘Cause all of the scars and the bruises
They’re what make you human

We didn’t need fixing all of this time
‘Cause all of your edges fit right into mine

Fall into me
Everyone’s broken and I got this missing piece
Honestly, you fit me like no one
You’re perfectly broken for me

Fall into me
Everyone’s broken and I got this missing piece
Honestly, you fit me like no one
You’re perfectly broken for me

For me
You fit me like no one
You’re perfectly broken for me
For me, me
You’re perfectly broken for


I hope you enjoyed the song! 😄

Berpartisipasi Menahan Laju Pemanasan Global

Pemanasan global telah dan sedang terjadi, dan apa yang terpenting adalah bagaimana umat manusiasecara komunal atau individualmengambil bagian dalam upaya menahan laju pemanasan ini.

Pemanasan Global | Sumber

Untuk level individu, berikut enam bentuk partisipasi yang dapat dilakukan dalam upaya menahan laju pemanasan global, disarikan dari situs web Deutsche Welle:

  • Memilih alat transportasi rendah emisi, seperti bus, kereta api, atau sepeda. Menurut statistik, penggunaan kereta api untuk perjalanan antar kota di Eropa menghasilkan 90% lebih sedikit emisi karbon dibandingkan pesawat terbang.
  • Lebih memilih makanan yang bersumber tumbuhan daripada daging, karena industri peternakan dan susu dari hewan menyumbang sekitar 15% emisi gas rumah kaca secara global. Industri yang memproduksi daging dan susu berkaitan langsung dengan hilangnya keanekaragaman hayati, kontaminasi tanah, dan polusi udara.
  • Mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak ramah lingkungan. Aksi protes di media sosial, menyampaikan aspirasi kepada perwakilan lokal, atau ikut melakukan aksi protes merupakan bentuk tindakan kritisi kepada politisi atau pemerintah yang mengeluarkan kebijakan tak ramah lingkungan.
  • Memakai listrik dari sumber energi terbarukan, misalnya dengan listrik tenaga angin atau dengan menggunakan solar panel, yang akan memangkas sumber utama karbon perusak iklim. Untuk item ini, saya bisa sedikit lega bahwa listrik di tempat saya bekerja sudah menggunakan sumber energi hijau, yaitu biogas dari limbah pengolahan kelapa sawit, sehingga gas metana yang dihasilkan dari penguraian limbah tidak dibuang ke lingkungan, tetapi dimanfaatkan sebagai bahan bakar genset biogas.
  • Menghemat penggunaan energi, dengan mematikan lampu penerangan dan alat-alat elektronik saat tidak digunakan.
  • Menghindari membuang bahan makanan, karena hanya akan menjadi ‘beban’ bagi lingkungan, karena bahan makanan yang membusuk di tempat sampah akan melepaskan gas metana, salah satu gas rumah kaca yang lebih berbahaya dari karbondioksida.

Semoga teman-teman yang membaca ini bisa ikut berpartisipasi dalam upaya menahan laju pemanasan global. Kita berada di bumi yang sama, sehingga menjaga bumi adalah tanggungjawab kita bersama. 🌎


Berikut video dari Deutsche Welle tentang kota hijau Barcelona yang berusaha mengatasi dampak pemanasan global:

Kota Hijau ala Barcelona

Semoga bermanfaat!

Perihal Kuasa

Bacaan singkat dari The Daily Stoic untuk 7 November berbicara perihal kekuasaan. Dua tokoh ditampilkan: Alexander Agung dan filsuf Diogenes dan bagaimana keduanya memandang kekuasaan (power).



Jangan berpegang pada reputasi, uang, atau posisimu, tetapi berpeganglah pada nalarmu untuk mengetahui apa yang di bawah kendali dan di luar kendalimu. Inilah yang akan membuatmu merdeka, yang akan membuatmu setara dengan orang-orang kaya dan berkuasa.

Epictetus dalam Discourses

Kekuatan atau kekuasaan dalam pandangan Stoikisme adalah kemampuan kita untuk menahan diri dari banyak keinginan, karena ini berarti kita mampu mengendalikan diri.

Alexander Agung memandang kekuasaan sebagai kemampuan untuk menaklukkan dunia; dan Diogenes justru memandang kekuasaan sebagai kemampuan untuk menahan diri dari ketamakan untuk menguasai dunia. Kemampuan untuk menahan diri dan membatasi keinginan inilah yang sebenarnya menjadi refleksi seberapa kuat dan berkuasanya seseorang; to conquer self.

Sebagaimana pernah diutarakan Publilius Syrus, “Ingin memiliki kerajaan? Kuasailah dirimu!”.

I Get To Love You

Hai, di hari Minggu pagi ini ketika sarapan saya secara tidak sengaja menemukan sebuah lagu indah yang dijadikan suara latar salah satu video di TikTok. Ternyata lagunya berjudul I Get To Love You yang dinyayikan oleh Ruelle, dan ternyata, ada kisah menarik di balik penulisan lagu ini. Silakan disimak kisah dan lagunya berikut ini.

Kisah di Balik Lagu “I Get To Love You”
Ruelle ~ I Get To Love You

Liriknya bisa disimak di sini: https://genius.com/Ruelle-i-get-to-love-you-lyrics

Grab your earphone now and enjoy this beautiful song! 😍

Memaafkan Diri

Saya menemukan paragraf kecil yang powerful di buku The Comfort Book karya Matt Haig sore ini, dan berikut ini teksnya:

Imagine forgiving yourself completely. The goals you didn’t reach. The mistakes you made. Instead of locking those flaws inside to define and repeat yourself, imagine letting your past float through your present and away like air through a window, freshening a room. Imagine that.

Room, dari The Comfort Book

Paragraf ini menarik karena menegaskan bahwa, sepanjang kita bisa berdamai dengan kesalahan di masa lalu dan memaafkan diri kita atas kesalahan-kesalahan kita tersebut, kita tetap mempunyai pilihan untuk memulai lagi hidup baru; membuka lembaran baru setiap saat, entah usia berapa pun kita dan di fase apa pun kehidupan kita saat ini.

Ilustrasi Memaafkan Diri | Sumber

All it takes is our forgiving of ourselves, accepting our faults as part of our journey but are separate from our true self. 🥰

Kebahagiaan di Dalam Diri

Kebahagiaan seringkali kita anggap akan dicapai dari hal-hal di luar diri kita, seperti pasangan yang serasi, berat badan ideal, pekerjaan impian, kota tempat tinggal yang diidamkan, dan lain sebagainya. Kita berpikir bahwa kalau kita bisa mendapatkan hal-hal ini, maka kita akan bahagia. Model IF… THEN… (Jika saya membeli mobil baru, maka saya akan bahagia. Apabila saya mendapatkan pekerjaan dengan gaji 50 juta sebulan, saya akan bahagia, dan seterusnya …)

Psikolog Kennon Sheldon dan Sonja Lyubomirsky lalu menemukan prinsip “adaptasi hedonis”, dimana ketika kita misalnya menang undian dan mendapat hadiah, kita akan merasa senang untuk beberapa saat, akan tetapi kemudian kita akan terbiasa dengan keadaan tersebut, dan level kebahagiaan kita kembali ke dasar (baseline).

Maka jelas bahwa kebahagiaan tidak diperoleh dari hal-hal di luar diri kita.

Lalu bagaimana agar kita bisa lebih bahagia, saat ini?

  • Berdamai dengan segala kekurangan diri dan izinkan diri kita untuk menjadi tak sempurna.
  • Kalau kita tak sempurna, kita juga harus memaklumi bahwa orang lain juga tak sempurna. Harus ada ruang untuk ketidaksempurnaan (room for imperfection) bagi diri kita sendiri dan juga orang lain.
  • Lepaskan ekspektasi yang berlebihan tentang bagaimana perjalanan hidup kita seharusnya. Bagaimana hidup kita berjalan adalah suatu hal yang di luar kendali kita sepenuhnya, dan ada banyak sekali faktor yang mempengaruhinya.
  • Hentikan kebiasaan berandai-andai tentang masa lalu dan masa depan. Apresiasi dan syukurilah hal-hal baik dalam hidup kita saat ini.
  • Tetap coba hal-hal baru agar hidup kita tetap terasa menarik. Proses belajar hal baru bisa menimbulkan kebahagiaan yang lebih bertahan lama.

Saya percaya bahwa kebahagiaan adalah efek samping dari pilihan-pilihan kita setiap hari dan pada prinsipnya kebahagiaan adalah hadiah (gift); sehingga mengejar kebahagiaan sebagai sebuah tujuan akhir hanya akan menjauhkan kita dari kebahagiaan itu sendiri. Agreed? 😉

Click to listen highlighted text!