Selamat datang di blog Paulinus Pandiangan. Semoga kamu menemukan sesuatu yang berguna.   Click to listen highlighted text! Selamat datang di blog Paulinus Pandiangan. Semoga kamu menemukan sesuatu yang berguna.

Tersadar oleh Kefanaan

Pagi ini ketika berdoa sebelum berangkat bekerja, terlintas di pikiranku tentang kefanaan hidup ini; bahwa suatu saat aku pun akan tiada. Keluargaku akan kehilanganku, dan hidupku akan segera menjadi kenangan. Akan ada hari dimana itu akan menjadi hari terakhirku, dan entah bagaimana caranya aku pergi aku tak tahu. Kematian adalah misteri Ilahi.

Membayangkan itu aku terdiam sesaat, menyadari bahwa banyak waktu selama ini yang ternyata kupakai untuk hal-hal tak (begitu) penting, dan aku selalu mengira bahwa aku selalu punya waktu. Lalu aku teringat pada kata-kata bijak yang pernah kubaca dan bernada, “We think we still have time…”. Seusai berdoa aku bergegas mencari quote itu di Google, dan ini yang kutemukan:

Dan ada satu lagi, yang ini ⤵️ :

Aku sangat setuju pada keduanya. Keduanya adalah hasil refleksi mendalam atas kefanaan kita sebagai manusia yang “diberi kesempatan untuk hidup” di dunia ini. Pagi ini saya menyadari bahwa, memang benar, kita sering mengira bahwa kita masih punya (banyak) waktudan karena itu kita sering menyia-nyiakannyaketika ternyata, waktu kita bisa sirna kapan saja. Kematian bisa datang kapan saja, dan hitungan ‘jatah hari kita’, pada dasarnya, semakin hari semakin menipis. There isn’t much time left.

Maka, kerjakanlah apa yang ingin kaukerjakan dalam hidupmu selama kesempatan ini masih ada. Inilah yang terlintas di benakku setelah kesadaran akan kefanaan itu menghampiri. Tulislah semua hal yang ingin kau tulis, ungkapkanlah semua kata-kata baik yang harus kau ucapkan, berbicaralah dengan orang-orang selagi engkau punya waktu, dan muliakanlah Tuhan dengan hidupmu selama nafas masih ada dalam tubuh ini. Ungkapkan rasa cintamu kepada orang-orang terdekat, syukuri semua hal baik yang terjadi dalam hidup, entah besar atau kecil. Tertawalah dengan lepas ketika bisa, berbagi rezekilah kepada keluarga dan orang-orang yang dekat di hatimu. Carpe diem. Remember, there aren’t many days left…

Karena akan ada masanya, bahwa kau tak akan mampu melakukannya lagi…

Ingatlah kematianmu. Memento mori. ☘️❤️

Author: Paulinus Pandiangan

Saya seorang Katolik, anak ketiga dari 3 bersaudara, ayah dari tiga anak, orang Batak, saat ini bekerja di sebuah pabrik kelapa sawit di Kalimantan Tengah. Saya dilahirkan pada 8 Januari 1983. Capricorn.

Click to listen highlighted text!