Selamat datang di blog Paulinus Pandiangan. Semoga kamu menemukan sesuatu yang berguna.   Click to listen highlighted text! Selamat datang di blog Paulinus Pandiangan. Semoga kamu menemukan sesuatu yang berguna.

I Get To Love You

Hai, di hari Minggu pagi ini ketika sarapan saya secara tidak sengaja menemukan sebuah lagu indah yang dijadikan suara latar salah satu video di TikTok. Ternyata lagunya berjudul I Get To Love You yang dinyayikan oleh Ruelle, dan ternyata, ada kisah menarik di balik penulisan lagu ini. Silakan disimak kisah dan lagunya berikut ini.

Kisah di Balik Lagu “I Get To Love You”
Ruelle ~ I Get To Love You

Liriknya bisa disimak di sini: https://genius.com/Ruelle-i-get-to-love-you-lyrics

Grab your earphone now and enjoy this beautiful song! 😍

Jebakan Balas Dendam

Ada metode menarik untuk membunuh beruang di zaman kuno. Potongan kayu besar digantungkan dengan tali di atas secangkir madu. Setiap kali beruang berusaha mengambil madu tersebut, dia harus menggeser potongan kayu tersebut, membuat kayunya berayun dan memukul balik tubuh beruang. Jika dia menolak kayu lebih kuat, kayu pun akan berayun lebih kuat dan menghantam tubuh beruang dengan lebih kuat pula. Begitu seterusnya, hingga akhirnya beruang mati akibat terhantam balok kayu tersebut. Proses ini memang lambat, tapi efektif untuk membunuh beruang. Dan ini bisa terjadi karena beruang begitu menginginkan madunya, sampai tidak menyadari jebakan balok kayu berayun yang menyertainya.


Barangkali terdengar konyol, tapi manusia juga acap berperilaku serupa seperti beruang tadi. Seringkali saat menerima keburukan dari seseorang, kita ingin segera membalas; kita merasa perlu untuk segera “memberi pelajaran” kepada orang tersebut. Kita ingin impas, sama seperti beruang yang sangat menginginkan madu tadi.

Tetapi, belajar dari jebakan balok kayu yang siap menanti tindakan balas dendam beruang, kita pun akan mendapat balasan serupa yang justru bisa menghancurkan kita. Aksi menghasilkan reaksi, ini sudah menjadi hukum alam. Saat kita membalas dendam, segalanya tak akan berhenti di situ. Kita akan mengalami penderitaan psikologis yang sama seperti yang dialami orang yang bertindak buruk kepada sesamanya. Hurting others is essentially hurting ourselves.

Itulah kekuatan ajaran cinta kasih. Apabila kita membalas keburukan dengan kasih, kasih akan menghancurkan keburukan sebelum keburukan itu bertumbuh dan menjadi kuat.

Jadi, kasihilah sesamamu manusia seperti engkau mengasihi dirimu sendiri. That’s the best way, dan itu yang diajarkan Tuhan sendiri. Cheers! 🤗

Salam,

Paulinus Pandiangan

Hukum Mengasihi

Hai guys…

Berikut ini terjemahan dari bacaan singkat untuk 14 Januari yang saya ambil dari bukunya Leo Tolstoy, A Calendar of Wisdom.


Anda seharusnya hanya mencintai satu hal dalam diri Anda, yang sama dalam diri semua orang. Dalam mencintai apa yang sama dalam diri kita semua, Anda mencintai Tuhan.


”Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?” Jawab Yesus kepadanya: ”Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”  — Matius 22:36—40


Orang hidup dengan cinta: cinta pada diri sendiri adalah awal dari kematian;  cinta pada orang lain dan Tuhan adalah awal dari kehidupan.


"Allah adalah kasih,dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita." — 1 Yohanes bab 4:16—17


Cinta bukanlah sumber, tetapi konsekuensi dari pemahaman kita tentang keilahian, yang menjadi awal kehidupan spiritual dalam diri kita semua.

Selamat meresapkan bacaan ini teman-teman, dan semoga karya Tuhan dalam diri kita semua memampukan kita untuk sungguh bisa melakukan kedua hukum di atas.

Salam,

Paulinus Pandiangan
Click to listen highlighted text!