3 Buku Tentang Stoikisme

Semua orang pada dasarnya membutuhkan ketangguhan (resilience) dalam menghadapi berbagai persoalan dalam hidup. Untuk hal ini orang biasanya akan beralih pada ajaran agama yang ia anut; bagaimana laku hidup manusia di tengah permasalahan sesuai keyakinan yang dianutnya.

Sebagai pelengkap ajaran agama, Stoikisme menawarkan teknik penguasaan diri (self mastery) yang kiranya berguna dalam konteks ini. Stoikisme, misalnya, memberikan konsep pengetahuan akan apa yang di bawah kendali kita dan apa yang tidak; dikenal dengan dikotomi kendali. Stoikisme juga mengenalkan pada teknik Premeditatio Malorum untuk melatih mental kita agar lebih siap menghadapi situasi-situasi buruk yang tak terduga, atau Memento Mori yang mengajarkan kita untuk menghargai hidup yang masih dialami saat ini dan berfokus pada hal-hal yang bernilai dan penting, dan berbagai hal kecil namun berguna lainnya.

Untuk memahami filsafat ini tentu kita perlu membaca buku-buku terkait, dan berikut 3 buku yang menurut saya cukup bagus membahasnya.

Letters from A Stoic

Buku yang awalnya ditulis oleh Lucius Annaeus Seneca-atau yang lebih dikenal dengan nama singkatnya Seneca ini-berisikan cara-cara hidup ideal seorang penganut Stoikisme.

Disarikan dari review yang ditulis oleh Ryan Holiday, buku ini memberikan saran-saran terkait hidup sederhana. Hidup dengan secukupnya. Dalam hal ini, minimalisme adalah bagian dari nilai yang diajarkan dalam Stoikisme.

Juga perihal mengembangkan diri sehingga efek dari peristiwa-peristiwa di luar kendali kita tidak begitu dalam mempengaruhi emosi kita secara negatif.

Seneca juga menekankan prinsip-prinsip pertemanan yang baik; bagaimana menjadi seorang teman yang baik bagi orang lain.

Silakan cek laman Amazon untuk membeli buku ini.

A Guide to the Good Life: The Ancient Art of Stoic Joy

Buku ini menjual ide bahwa filsafat Stoikisme yang berusia 2000-an tahun masih relevan untuk saat ini.

Dengan menceritakan pengalaman pribadinya menerapkan filsafat ini, penulis William B. Irvine menyatakan bahwa Stoikisme dapat membantu kita menjalani hidup dengan baik.

Penulis juga memaparkan bahwa kita pun dapat menjadi pengamat bagi pikiran-pikiran kita sendiri, dan dengan mengamati pikiran-pikiran ini, kita akan menemukan penyebab segala kecemasan dan berbagai emosi negatif dalam hidup, dan dari situ kita dapat berangkat menuju emosi yang lebih sehat.

Silakan cek laman ini atau di sini untuk membelinya.

The Daily Stoic

Buku karya Ryan Holiday ini menyarikan karya-karya yang ditulis oleh para filsuf Stoikisme dan menjabarkan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan menyajikan quotes dan konsep Stoikisme untuk dicerna per hari, buku ini menjadi semacam panduan yang mengenalkan filsafat Stoikisme ini sebagai filsafat yang benar-benar bisa langsung diterapkan.

Silakan cek di alamat ini, di sini, atau yang ini untuk membeli bukunya.

Demikian profil singkat 3 buku yang saya kira akan sangat membantu kamu untuk belajar filsafat Stoikisme.

Perlu diingat bahwa filsafat Stoikisme, atau ilmu apa pun dalam hal ini, tidak dibatasi oleh lembaran-lembaran buku. Karena itu ketiga buku di atas hanya pembuka jalan bagi kamu. Silakan membaca sumber-sumber daya yang lain yang akan memperdalam pemahamanmu sendiri tentang filosofi ini.

Dan terapkanlah. There is no point of reading without applying it in your own life.

Stoikisme hanya akan menjadi ide jika hanya dibaca tanpa diterapkan. Dan sebagaimana yang pernah disampaikan Paus Fransiskus, tindakan lebih besar dari ide.

So try to apply it and see if it really helps. šŸ˜

Salam,

Paulinus Pandiangan

Author: Paulinus Pandiangan

Saya seorang Katolik, anak ketiga dari 3 bersaudara, ayah dari dua anak, orang Batak, saat ini bekerja di sebuah pabrik kelapa sawit di Kalimantan Tengah. Saya dilahirkan pada 8 Januari 1983. Capricorn.