Perhitungan CADR Air Purifier HEPA

Di satu sisi, pandemi COVID-19 saat ini membuat orang berpikir untuk membuat teknologi yang bisa membantu kita menghadang virus. Salah satu ide yang umum adalah dengan menyaring udara di dalam ruangan.

Dengan membuat filter yang bisa menyaring partikel-partikel dalam udara yang cukup kecil selayaknya virus, diharapkan resiko untuk terpapar virus di dalam ruangan menjadi semakin minimum, atau bahkan nol.

Maka hadirlah filter udara berbasis HEPA: High Efficiency Particulate Air.

Karena didesain untuk ruangan, maka dimensi ruangan (panjang, lebar, dan ketinggian) menjadi salah satu faktor pertimbangan yang penting sebelum kita membeli penyaring udara ini; selayaknya seperti membeli pendingin ruangan.

Maka berikut disarikan perhitungan parameter CADR (Clean Air Delivery Rate) yang merupakan parameter penting sebelum membeli alat penyaring udara.

Cara Kerja Penyaring Ruangan HEPA

Mekanismenya secara singkat disarikan dalam gambar berikut.

Mekanisme Kerja Penyaring Udara HEPA

Tahapan dasar kerjanya adalah:

  1. Kipas besar menyedot udara yang notabene masih terkontaminasi.
  2. Penyaring HEPA menyaring udara tersebut dan menangkap partikel-partikel kontaminan, termasuk virus.
  3. Udara yang telah ‘dijernihkan’ dihembuskan kembali ke dalam ruangan. Proses ini disebut dengan pertukaran udara (air change), dimana udara dalam ruangan ‘dimurnikan’ dengan filter HEPA.

Dari penelitian ditemukan bahwa dibutuhkan sekitar 4 sampai 6 kali pertukaran udara di dalam ruangan dalam 1 jam agar ruangan tersebut benar-benar dapat dianggap bersih (steril).

Dengan kata lain sebuah ruangan yang aman membutuhkan sebanyak 4 – 6 kali siklus pertukaran udara per jam.

Karena tiap ruangan memiliki ukuran yang beragam, maka perlu dilakukan perhitungan yang tepat untuk dapat memilih penyaring udara yang efektif untuk ruangan tersebut.

Perhitungan CADR (Clean Air Delivery Rate)

  1. Hitung dimensi ruangan yang akan dipasangi penyaring udara. Misalnya ruangan kamu memiliki panjang 5 meter, lebar 5 meter, dan tinggi 3 meter, maka volume ruanganmu adalah 5 meter * 5 meter * 3 meter atau setara dengan 75 m3.
  2. Kalikan angka volume ruangan tadi dengan faktor 4 sampai dengan 6 untuk mendapatkan kisaran nilai CADR yang kamu perlukan. Misalnya tadi volume ruangan 75 m3. Nilai CADR yang diperlukan adalah 75 m3 * 4 / jam sampai dengan 75 m3 * 6 / jam, setara dengan 300 m3 / jam sampai dengan 450 m3 / jam.
  3. Cocokkan rentang CADR ini dengan spesifikasi penyaring udara yang akan dibeli.

Faktor Noise

Kebisingan kipas (noise) juga merupakan pertimbangan yang penting sebelum memutuskan membeli alat penyaring udara HEPA ini. Setiap penyaring HEPA memiliki kipas di dalamnya, dan semakin tinggi nilai CADR maka kipas (fan) di dalamnya akan semakin besar pula; berbanding lurus dengan kebisingannya.

Semakin besar kisaran nilai CADR, semakin bising kipasnya.

Untuk mengatasi noise ini, kamu dapat mempertimbangkan untuk membeli 2 unit penyaring udara untuk ruangan yang besar, walaupun 1 alat masih mencukupi.

Untuk melihat contoh alatnya di Tokopedia, silakan cek di alamat https://tokopedia.link/3YLwP8QUJhb.


Perhitungan ini saya sarikan dari thread di akun Twitter Piotr Jakubowski, co-founder Nafas Aplikasi Indonesia, sebuah start-up di bidang kualitas udara.

Silakan baca thread selengkapnya di sini (plus rekomendasi penyaring udara di bagian akhir) : https://twitter.com/piotrj/status/1412036551932997635

Semoga berguna! 😍

Salam,

Paulinus Pandiangan

Author: Paulinus Pandiangan

Saya seorang Katolik, anak ketiga dari 3 bersaudara, ayah dari dua anak, orang Batak, saat ini bekerja di sebuah pabrik kelapa sawit di Kalimantan Tengah. Saya dilahirkan pada 8 Januari 1983. Capricorn.