Selamat datang di blog Paulinus Pandiangan. Semoga kamu menemukan sesuatu yang berguna.   Click to listen highlighted text! Selamat datang di blog Paulinus Pandiangan. Semoga kamu menemukan sesuatu yang berguna.

Tiga Cara Sederhana Merasakan Syukur

Hai, saya baru saja membaca artikel di sebuah blog tentang rasa syukur (gratitude) dan saya setuju sekali dengan isinya, dan berikut saya sarikan tiga tindakan sederhana yang dapat kita lakukan untuk bisa merasa bersyukur:

(1) Mengucapkan terimakasih.

Ketika bangun pagi, ada banyak hal yang bisa disyukuri, misalnya kesempatan untuk tidur lelap yang memulihkan energi kita, tempat tidur yang nyaman dan selimut hangat yang membuat kita dapat tidur dengan pulas, secangkir teh atau kopi yang dapat kita nikmati di pagi hari, dan kesempatan untuk menjalani kembali kehidupan di hari yang baru. Berterimakasih dengan mengucapkan doa singkat segera setelah bangun di pagi hari adalah contoh umum yang bisa dilakukan. Bersyukur di awal hari akan membantu kita memandang hari tersebut dengan kacamata yang lebih positif.

(2) Menulis jurnal rasa syukur (gratitude journal).

Menuliskan hal-hal yang kita syukuri di jurnal melatih mental kita untuk cenderung positif memandang kehidupan; bahwa kendati ada satu atau dua hal yang tidak menyenangkan terjadi, kita tetap meyakini bahwa hidup itu sendiri adalah rahmat. Pun praktik ini akan menyadarkan kita bahwa hal-hal yang terlihat sederhanaseperti langit yang sedang biru atau aroma kopi yang semerbaksangat pantas untuk disyukuri! ☺️

(3) Mempraktikkan visualisasi negatif (premeditatio malorum).

Praktik visualisasi negatif yang saya tulis sebelumnya sebenarnya bukanlah semata-mata membayangkan kemalangan yang bisa terjadi dalam hidup. Visualisasi negatif pun bisa berarti mencoba secara mental ‘berdamai’ dengan kemungkinan lain dari kenyataan yang sedang terjadi saat ini.

Misalnya seorang ibu yang sedang merasa kerepotan memasak di dapur bisa melatih dirinya untuk bersyukur dengan membayangkan apabila, misalnya, tidak ada bahan makanan yang bisa diolah. Kerepotan yang sedang dialaminya barangkali akan sirna dan dia bisa bersyukur dengan keadaannya saat ini.

Seorang karyawan yang merasa stress dengan banyaknya tuntutan kerja di kantor bisa melakukan visualisasi negatif dengan membayangkan apabila misalnya dia tidak memiliki pekerjaan. Visualisasi semacam ini akan membuat kita bisa bersyukur dengan apa yang ada pada kita saat ini, walaupun barangkali tidak sempurna dan tidak sebagus apa yang dimiliki orang lain. Yang terpenting adalah kita bersyukur dengan apa yang ada.


Kita tidak akan pernah benar-benar merasakan kedamaian apabila kita selalu menginginkan apa yang belum ada pada kita tanpa pernah bersyukur atas apa yang sudah kita miliki, pada apa yang sudah diberikan kepada kita. Maka seperti saran dari para orang bijaksana: count your blessings. ☘️

Author: Paulinus Pandiangan

Saya seorang Katolik, anak ketiga dari 3 bersaudara, ayah dari tiga anak, orang Batak, saat ini bekerja di sebuah pabrik kelapa sawit di Kalimantan Tengah. Saya dilahirkan pada 8 Januari 1983. Capricorn.

Leave a Reply

%d bloggers like this:
Click to listen highlighted text!