The Problem of Pain

Akhirnya buku “The Problem of Pain” tulisan C. S. Lewis yang saya beli dari web Periplus sampai juga. Saatnya membaca buku 162 halaman ini dengan seksama.

The Problem of Pain oleh Clive Staples Lewis

Why this book?

Well, saya tertarik untuk menyimak argumen C. S. Lewis yang berusaha meyakinkan pembaca bahwa penderitaan yang dialami manusia di dunia ini tidak lantas bisa menjadi dasar untuk menyatakan bahwa Tuhan bukanlah Maha Kuasa.

Begini kesimpulan tentang buku ini yang tertulis di laman Wikinya:

Lewis does not claim to offer a complete “solution” to the problem of evil. In fact, he argues that we should not expect a full understanding of why God permits evil. As humans, he notes, we cannot possibly see “the big picture” that God does. As finite, temporal creatures, we cannot truly grasp how “the sufferings of this present time are not to be compared with the glory which shall be revealed in us” (Rom. 8:18).

However, Lewis suggests that the problem runs even deeper: “if God is wiser than we, his judgments must differ from ours on many things, and not least on good and evil. What seems to us good may therefore not be good in His eyes, and what seems to us evil may not be evil”. That does not mean that what we consider good could be completely different from what God considers good. That would make it empty to speak of God as “good” and it would take away all moral reasons for loving and obeying Him. Still, like Job, we should humbly acknowledge the limits of human wisdom and not presume to fully fathom why God permits suffering and evil. With that important caveat, Lewis proceeds to suggest some reasons why a good and all-powerful God might allow evil. Lewis also addresses issues in The Problem of Pain on the Fall of Man, original sin, Hell, animal pain, and heaven.

Intinya adalah bahwa kita tidak akan pernah dapat memahami secara penuh mengapa Tuhan mengizinkan kejahatan dan penderitaan terjadi. Apa yang buruk menurut mata manusiawi kita belum tentu buruk pula menurut rencana Tuhan, dan kita harus senantiasa menyadari keterbatasan manusiawi kita dengan rendah hati, bahwa kita tidak akan pernah benar-benar memahami secara utuh mengapa Tuhan mengizinkan penderitaan terjadi.

Begitu kira-kira gambaran ide besar yang tertuang dalam buku ini. Baiklah, saatnya saya membaca dulu. Saya akan mencoba membuat inti sari dari buku ini ketika nanti sudah selesai membacanya.

See you then. 😉

Print Friendly, PDF & Email