Selamat datang di blog Paulinus Pandiangan. Semoga kamu menemukan sesuatu yang berguna.   Click to listen highlighted text! Selamat datang di blog Paulinus Pandiangan. Semoga kamu menemukan sesuatu yang berguna.

Tentang Persepsi dan Sikap Orang Lain

Aplikasi filsafat Stoikisme yang paling terasa dalam kehidupan pribadi saya adalah tentang menyikapi persepsi dan/atau sikap orang lain kepada kita. Ini adalah area dimana saya merasa filsafat ini menjadi sangat membantu karena ia mengajarkan tentang dikotomi kendali (yang juga telah saya tulis juga di Buku Kecil Stoikisme berformat PDF).

Sebelum saya memahami lingkup kendali, persepsi orang lain tentang diri saya adalah sesuatu yang banyak menyita pikiran. Apa kata orang? Bagaimana nantinya orang akan bersikap pada saya? dan semacamnya menjadi pertanyaan yang mengganggu. Saya menjadi mudah khawatir pada reaksi atau sikap orang lain, sesuatu yang sesungguhnya berada di luar kendali saya.

Setelah mengenal dan memahami lingkup kendali, saya menjadi semakin sadar bahwa ketenangan diri saya seharusnya tidak terganggu oleh persepsi dan/atau sikap orang lain, sepanjang saya telah berusaha menjadi pribadi yang baik. Pun kalau saya melakukan sebuah kesalahan, semua orang juga melakukan kesalahan, dan itu lumrah. Yang lebih penting adalah bagaimana selanjutnya saya menjalani kehidupan dan tetap tak patah semangat untuk memperbaiki diri, berubah perlahan namun pasti menjadi pribadi yang lebih baik dari saya yang sebelumnya. That’s what matters in the end.

Dan karena itu persepsi dan/atau sikap orang lain menjadi tidak relevan. Bagaimanapun baiknya sikap kita, akan tetap akan ada orang yang bereaksi negatif, dan orang yang tepat akan selalu mendukung kita untuk menjadi lebih baik. Jadi semuanya kembali pada intensi kita. Living with intention menjadi frase kunci di sini.

Saat ini, saya bersyukur bahwa kalau pun menyadari ada persepsi orang lain yang tidak tepat tentang diri saya, atau sikap orang lain yang negatif terhadap diri saya, saya sudah bisa segera menyadari bahwa itu adalah sesuatu yang di luar kendali saya, tidak bisa saya pengaruhi sepenuhnya, dan karena itu, tidak layak mengganggu ketenangan mental saya. Melepaskan keinginan untuk selalu baik di cerita orang lain adalah sesuatu yang membebaskan. I am free, whatever people think or say.

And you too are free.

Author: Paulinus Pandiangan

Saya seorang Katolik, anak ketiga dari 3 bersaudara, ayah dari tiga anak, orang Batak, saat ini bekerja di sebuah pabrik kelapa sawit di Kalimantan Tengah. Saya dilahirkan pada 8 Januari 1983. Capricorn.

Click to listen highlighted text!