Selamat datang di blog Paulinus Pandiangan. Semoga kamu menemukan sesuatu yang berguna.   Click to listen highlighted text! Selamat datang di blog Paulinus Pandiangan. Semoga kamu menemukan sesuatu yang berguna.

Dua Ilmu Hidup dari Besse Cooper

Besse Cooper adalah salah satu orang berusia panjang yang mencatatkan usia 116 tahun (tepatnya 26 Agustus 2012) di Guinness Book of World Records.

Apa rahasianya?

Ketika ditanya hal ini, jawaban dari Besse Cooper hanya 2: tidak mencampuri urusan orang lain dan tidak mengkonsumsi makanan sampah (junk food).

Lalu apa yang bisa kita petik dari kedua ‘ilmu hidup’ Besse Cooper ini?

Fokus pada urusan sendiri

Tidak mencampuri urusan orang lain menghindarkan kita dari drama yang tidak perlu, kecenderungan untuk selalu membandingkan diri dengan orang lain, dan stress yang tentu tidak kita inginkan.

Fokus pada urusan diri sendiri berarti kita memahami betul tujuan hidup, menjauhkan diri dari drama (yang menguras energi tetapi tidak berfaedah juga), dan berfokus menjalani hidup demi kebaikan orang lain di sekitar. Ini ternyata memberikan ‘bonus’ usia hidup yang lebih panjang, sebagaimana telah dibuktikan Besse Cooper.

Jangan mengkonsumsi makanan sampah (junk food)

Makanan sampah yang dimaksud di sini bukan hanya apa yang terletak di piring kita setiap hari, tetapi juga tentang informasi yang kita konsumsi.

Maka apa-apa yang kita lakukan setiap hari, orang-orang yang menjadi teman kita bergaul setiap hari, semangat apa yang kita bawa dalam perjalanan hidup, informasi apa yang kita serap setiap hari, semuanya menjadi penting.

Cerita Besse Cooper ini saya baca dari blog ini.

Dari kedua kebiasaan besar Besse Cooper di atas, intinya adalah tentang menentukan bagaimana kita mengisi hidup; apakah kita mengelilingi diri kita dengan orang-orang yang positif, dan apakah kita berfokus pada kontribusi yang ingin kita sumbangkan kepada lingkungan sekitar, bagaimana kita mengoptimalkan energi kita pada hal-hal yang baik dan bernilai.

Besse Cooper telah membuktikan bahwa menginvestasikan hidup pada hal-hal baik akan memastikan kita ‘memanen’ hal-hal baik juga dari hidup, salah satunya berumur panjang.

What about you?

Pribadi yang Mandiri

Selalu merasa tergantung pada orang lain jelas bukanlah hal yang baik. Ketergantungan membuat Anda lebih rentan terhadap berbagai emosi negatif—kekecewaan, frustrasi—yang merusak keseimbangan mental Anda. Menjadi mandiri itu penting.

Ilustrasi Kemandirian

Untuk membuat diri Anda tidak terlalu bergantung pada orang lain, Anda perlu memperluas cakupan keterampilan Anda. Dan Anda harus lebih percaya diri dengan pertimbangan Anda sendiri. Pahami bahwa kita cenderung melebih-lebihkan kemampuan orang lain dan kita cenderung meremehkan kemampuan sendiri (impostor syndrome). Sering kali orang lain juga sebenarnya berusaha keras untuk membuat dirinya tampak seolah-olah yakin dan memahami betul apa yang mereka lakukan. Anda harus mengimbangi ini dengan lebih mempercayai diri sendiri dibanding orang lain. Namun, penting diingat bahwa menjadi mandiri tidak berarti membebani diri Anda dengan detail-detail kecil yang tidak perlu. Anda harus bisa membedakan antara hal-hal kecil yang sebaiknya diserahkan kepada orang lain dan masalah yang lebih besar yang membutuhkan perhatian dan upaya Anda.

Menumbuhkan kepercayaan diri akan melahirkan kekuatan.

Click to listen highlighted text!