The Cure for Political Division

The Cure for Political Division

Politik seringkali menjadi pemisah kita dengan teman-teman. Perbedaan pilihan lumrah terjadi dan sering merusak relasi kita dengan orang lain.

Hal ini tentu bukanlah sikap yang baik. Dalam ajaran Katolik sangat ditekankan nilai persaudaraan manusia; bahwa tentu ada banyak perbedaan kita dengan orang lain—termasuk dalam aspek politik—tetapi kita semua adalah saudara satu sama lain. Fratelli tutti, sebagaimana ensiklik Paus Fransiskus. Karena itu, perbedaan tidak menjadi pemisah, kesamaan kita sebagai makhluk ciptaan—yang diciptakan untuk menjadi saudara bagi yang lain—harus selalu menjadi pengikat yang meneguhkan.

Video di atas cukup meneduhkan dan perlu menjadi kesadaran kita yang telah diselamatkan Kristus. Semoga bermanfaat.

Blessed Michael McGivney

Father Michael McGivney

The above is a documentary on Father Michael McGivney, founder of Knights of Columbus, a Catholic organization of lay people in fraternity aimed at helping those in need.

What is most interesting to me is the last part of the video telling the story of Michael—a kid born with down syndrome who is named after Father Michael McGivney—who miraculously born normal after his parents prayed through the intercession of Father McGivney. He had been predicted by the doctor to be dead in his mother’s womb, that he wouldn’t be born alive. But through the miracle—which is then approved by Pope Francis as a requirement for Father Michael’s beatification—the boy Michael is born alive, safely. I have tears in my eyes as I watched this beautiful reality, showing again the most beautiful love of our Lord, Jesus Christ.

I hope you will be touched by the documentary to renew your faith on our merciful God, who is love and who loves, always.

And let me present to you another video about this blessed priest and how his initiative, Knights of Columbus, has impacted the global world, probably way beyond his imagination. What once set up at the basement of a small church, has now become global, beyond borders—and all is possible by His grace.

The Global Impact of Blessed Michael McGivney

Blessed Father Michael McGivney, pray for us. 🙏

Carlo Acutis

Blessed Carlo Acutis

The website he created can be viewed (English version) on this link.

Holy Spirit works in him, and it makes possible everything he does. Just like King Midas, everything he touches turns into gold. The website itself is a beautiful work of faith and love and art. All the best stuff.

Perihal Berpuasa

Pada 14 Mei kemarin paus Fransiskus mengajak seluruh umat beragama di dunia untuk berdoa bersama bagi berakhirnya pandemi virus Corona. Tak hanya berdoa, paus juga mengajak semua umat beriman untuk berpuasa dan beramal dalam cara yang dianjurkan ajaran agama masing-masing.

Lebih dari sekadar menahan diri terhadap makanan, puasa memiliki makna yang lebih dalam. Puasa membawa kita menyelam untuk menemukan esensi di dalam jiwa.

Lalu apa sebenarnya yang perlu dilakukan ketika berpuasa—menurut ajaran Gereja Katolik?

Berikut beberapa pernyataan dari paus Fransiskus terkait ajaran Gereja Katolik tentang puasa:

Fasting isn’t just about losing weight.
— Maknanya jelas, bahwa puasa bukan hanya persoalan mengurangi porsi makan. Orang mudah mengasosiasikan puasa dengan hal ini, karena merupakan “visual” dari  puasa yang paling mudah dilihat.

Fasting is going to the essential.
— Puasa pada hakikatnya adalah sebuah gerakan untuk “menyelam” ke dalam jiwa untuk menggali esensi di dalamnya. Memeriksa jiwa dan berbicara jujur dengan diri sendiri, mengundang Tuhan untuk menuntun kita pada kebaikanNya.

Lalu apa bentuk nyata dari gerakan “masuk ke dalam jiwa” yang dimaksud? Berikut pernyataan lanjutan dari paus Fransiskus,

It’s a time to turn off the television and open the Bible.
— Matikan TV dan bacalah Alkitab. Langsung mengena! Ini bukan hanya persoalan mengalihkan fokus dari TV ke kitab suci, tetapi sungguh memilih untuk menyerahkan kembali sesuatu yang diberikan Tuhan secara cuma-cuma: waktu. Memberikan kembali waktu itu kepadaNya, dan membiarkan Ia yang berbicara menuntun kita dengan kebaikanNya. Menonton TV dapat menghibur dan memberikan informasi yang baik dan berguna, jika dilakukan dengan bijak dan diatur waktunya dengan baik.

It’s a time to disconnect from cellphones and connect to the Gospel.
— Telepon selular, di samping segala sisi baiknya, juga bisa menyeret kita untuk menghabiskan waktu dengan hal-hal yang tidak berguna. Kita menjadi terlalu sibuk dengan segala sesuatu yang bisa ditawarkan perangkat ini, sampai akhirnya bisa-bisa tidak ada waktu untuk membaca kitab suci dan meresapinya dengan sungguh-sungguh, membiarkan untaian kata-kata di dalamnya  “berbicara” ke dalam hati kita, mengungkapkan pribadi Yesus, pribadi Allah yang menjadi manusia. Stay away from your phone during a planned time of the day and try to lectio divina.

It’s the time to give up useless words, gossip.
— Puasa juga adalah perihal melatih diri untuk menjaga lidah. Menjaganya dari mengucapkan kata-kata yang tidak berguna, menghina, merendahkan, memaki. Dengan perkembangan teknologi komunikasi saat ini, orang justru semakin mudah melakukan kekerasan verbal. Internet dibanjiri dengan kata-kata berkonotasi negatif. Kata-kata hinaan sedemikian banyak diucapkan dan disebar jari jemari, tak ubahnya seperti mengucap salam selamat pagi. Dengan berpuasa, kita melepaskan diri dari perilaku seperti ini.

Puasa juga harus dilengkapi dengan tindakan amal atau derma. Puasa yang sesungguhnya haruslah bermanfaat bagi orang lain, sebagaimana pernyataan paus Fransiskus,

“Does my fast help others? If it does not, it’s fake, it’s inconsistent, and it takes you on the path of a double life. I pretend to be a “just” Christian, like the Pharisees”.

— Paus Fransiskus

— Puasa adalah sebuah aksi nyata, aksi yang membawa manfaat bagi orang lain. Puasa haruslah diikuti dengan tindakan amal, dan puasa dilakukan bukan hanya agar “terlihat” sebagai seorang Kristen yang baik, karena tindakan “beramal agar terlihat baik“—sebagaimana orang Farisi— juga sangat dikecam Yesus.

Wujud Puasa Rekomendasi Paus Fransiskus

Lalu kapan harus berpuasa?

Tentu tidak terbatas pada masa puasa saja. Puasa sebagai sebuah gerakan memeriksa jiwa tentu dapat dilakukan kapan saja. Pandemi saat ini merupakan saat yang tepat untuk kembali ke dalam jiwa masing-masing dan mencoba memeriksanya dalam ketenangan di bawah bimbingan Tuhan.

*  *  *

Barangkali di tengah pandemi ini Tuhan ingin berbicara laksana seorang sahabat denganmu. Mungkin sebelum ini terjadi engkau terlalu sibuk dengan proyek-proyek ambisiusmu dan hanya ada sedikit waktu untukNya.

Padahal Dia selalu ada untukmu dan Dia siap kapan saja.

Jika masa pandemi ini memanggilmu untuk berpuasa—yang ingat, bukan soal makan minum saja, tapi lebih dari itu—yang terbaik yang bisa kau lakukan adalah katakan Ya! dan mulailah berikan kembali waktu itu padaNya. He will guide you along the way. Definitely.

Spend more time in silence with Him. Listen more, pray more.

Note:

Ini kutulis sebagai pengingat untuk diriku sendiri. Semoga bermanfaat juga bagimu. 🙂

Best wishes,