Stoikisme dan COVID-19

Apa terapan stoikisme di tengah pandemi saat ini?

Terapan stoikisme terpenting dalam setiap situasi adalah membedakan apa yang dapat kita ubah dan apa yang tidak; apa yang dapat kita pengaruhi dan apa yang tidak. Dikotomi kendali.

Mari kita cermati kutipan dari Epictetus berikut,

“The chief task in life is simply this: to identify and separate matters so that I can say clearly to myself which are externals not under my control, and which have to do with the choices I actually control. Where then do I look for good and evil? Not to uncontrollable externals, but within myself to the choices that are my own…”

Epictetus

Ingatlah bahwa apa yang penting adalah bagaimana kamu bereaksi, bukan apa yang sedang atau sudah dilakukan orang lain. Sekali lagi, apa yang KAMU lakukan.

Apa bentuk nyatanya?

Ikuti dengan cermat informasi dan rekomendasi Kementerian Kesehatan. Sering-seringlah mencuci tangan atau setidaknya hand sanitizer, tutup hidungmu ketika bersin, pakai masker, hindari kerumunan, tunda perjalanan yang tidak perlu. Jangan bertindak bodoh. Jangan pernah berpikir bahwa engkau tidak bisa terjangkit seperti yang lain. Jangan keluar rumah apalagi kalau merasa tidak fit. Ikuti program vaksinasi. Lakukan bagianmu!

Lakukan bagianmu!

Apa yang engkau lakukan barangkali tampak sepele, tetapi akan berdampak tak hanya bagimu, tapi orang-orang di sekitarmu!

Ikut menyebarkan teori-teori konspirasi seputar corona tidak akan membuat virus hilang dengan sendirinya. Itu justru hanya akan membuang-buang waktumu yang seharusnya bisa digunakan untuk melindungi diri, keluarga, dan orang-orang sekitarmu.

Tidak ada yang bisa mengatasi pandemi seorang diri. Tetapi jika setiap orang bertindak benar, maka secara kolektif, kita bisa mengubah keadaan. Filsuf Zeno pernah mengatakan, “Well-being is realized in small steps, but it is no small thing.” Langkah kecil yang dilakukan bersama-sama mampu memperbaiki keadaan.

Lakukan apa yang bisa kamu lakukan untuk melindungi dirimu, sekecil dan sesepele apa pun kelihatannya. Jika engkau terlindungi, orang-orang terdekatmu juga beroleh manfaatnya. It starts with you.

Stoikisme yang telah kita pelajari justru berguna sekali di saat krisis seperti ini. Bertindaklah dengan cermat dan tenang di tengah kekacauan, sehingga kita sungguh beroleh kebajikan dari tragedi dan krisis ini. Justru krisis seperti COVID-19 saat ini menjadi saat yang tepat untuk membuktikan prinsip-prinsip stoikisme pada dirimu sendiri.

Sebagaimana ditulis Marcus Aurelius dalam Meditations:

“It stares you in the face. No role is so well suited to philosophy as the one you happen to be in right now.”

Mari tetap berdoa memohon perlindungan dari Tuhan untuk kita semua. Semoga dengan usaha kita bersama, setiap orang bertindak benar, pandemi ini akan teratasi. 🙏

Best wishes,

Paulinus Pandiangan

Author: Paulinus Pandiangan

Saya seorang Katolik, anak ketiga dari 3 bersaudara, ayah dari dua anak, orang Batak, saat ini bekerja di sebuah pabrik kelapa sawit di Kalimantan Tengah. Saya dilahirkan pada 8 Januari 1983. Capricorn.