Selamat datang di blog Paulinus Pandiangan. Semoga kamu menemukan sesuatu yang berguna.   Click to listen highlighted text! Selamat datang di blog Paulinus Pandiangan. Semoga kamu menemukan sesuatu yang berguna.

Proses Bersyukur: Addition by Subtraction

Masih dengan tema besar bersyukur.

Bagaimana sebenarnya kita bisa mengapresiasi sesuatu atau seseorangdan selanjutnya bisa mensyukurinya? Ada prosesnya: penjumlahan dengan pengurangan (addition by subtraction). Maksudnya adalah bahwa kita akan sangat mudah ‘melihat’ alasan di balik rasa syukur apabila kita memvisualisasikan bagaimana hidup kita tanpa sesuatu atau seseorang.

Sebuah ilustrasi. Jika ingin bersyukur atas handphone usang kita yang masih berfungsi dengan baik (di tengah bombardir berbagai iklan handphone terbaru), kita bisa membayangkan kesulitan-kesulitan apa saja yang akan timbul apabila kita tidak memiliki handphone sama sekali. Kita akan kesulitan berkomunikasi dengan keluarga dan teman-teman, juga kesulitan dalam bekerja karena perangkat genggam sudah menjadi alat bantu pokok dalam bekerja saat ini. Kesadaran akan manfaat dan kemudahan yang ditawarkan barang ini, walaupun sudah usang, akan menambah kesadaran kita bahwa ternyata, walaupun ia usang, ia masih sangat berguna. Inilah yang dimaksud penjumlahan dengan pengurangan tadi, a process of addition by subtraction.

Visualisasi yang sama bisa juga diterapkan untuk orang-orang yang hadir dalam kehidupan kita. Tanpa mereka, kisah kehidupan kita tentu akan sangat berbeda, dan dari itu kehadiran mereka menjadi sesuatu yang kita syukuri. Prosesnya sama, addition by subtraction. Dan akan lebih indah lagi apabila mereka bisa tahu bahwa kita bersyukur atas kehadiran mereka: mereka akan menyadari bahwa kehidupan mereka berdampak.

Maka ketika suatu saat kita merasa membutuhkan tambahan semangat, barangkali visualisasi seperti ini bisa membantu. Saya percaya bahwa walaupun kita sedang berada dalam situasi yang sulit, kita tetap bisa bersyukur, apabila kita menyadari bahwa anugerah dalam bentuk-bentuk yang lain tetap mengalir bagi kita.

Again, addition by subtraction. 🙂

Salam,

Paulinus Pandiangan

Author: Paulinus Pandiangan

Saya seorang Katolik, anak ketiga dari 3 bersaudara, ayah dari tiga anak, orang Batak, saat ini bekerja di sebuah pabrik kelapa sawit di Kalimantan Tengah. Saya dilahirkan pada 8 Januari 1983. Capricorn.

Click to listen highlighted text!