Doa : Sebuah Pergelutan

Apakah doa saya ini benar-benar bisa mengubah sesuatu?

Itu adalah salah satu bentuk keraguan—dari sekian banyak bentuk keraguan yang lain—yang sesekali (masih) terlintas di benak saya tatkala akan berdoa, dan sepertinya saya tidak sendiri dalam hal ini. Banyak dari kita yang terkadang meragukan daya doa dalam pikiran kita sendiri. Kita membuat doa sebagai sebuah objek dalam pikiran.

Terhadap hal ini, kita perlu sungguh-sungguh menyadari bahwa doa bukanlah (hanya) di level pikiran/kognitif, tetapi hingga mencapai kedalaman hati. Berdoa adalah sungguh “berseru kepada Tuhan dari hati“, dan kita tidak akan pernah tahu sejauh dan sehebat apa dampak dari sebuah doa. It’s a mystery on its own.

“Sisi jahat” dalam pikiran selalu berusaha meyakinkan kita untuk berhenti berdoa. Pikiran sebagai “rumahnya” ego seringkali juga menjadi “sangkar” iblis—yang dengan segala tipu muslihat mencoba meyakinkan kita perlahan-lahan, namun pasti, agar kita tidak berdoa. Dengan tidak menjalin komunikasi yang intens dengan Tuhan, kita akan menjadi rentan untuk “diretas”. Iblis pun mudah masuk dan berkuasa. Mirip dengan analogi kuda Troya, iblis selalu mencari celah untuk masuk.

Oleh karena itu, sebagai orang percaya, perjuangan kita yang terberat adalah menaklukkan diri kita sendiri; untuk selalu setia untuk berdoa, apa pun yang terjadi.

Berdoa sungguh sebuah pergelutan. Dalam video yang dirilis Ascension Presents [ Website / YouTube ] berikut dapat disimak penjelasannya:

Doa Sebagai Sebuah Pergelutan
Mengapa Berdoa Itu Sulit?
Menghadapi Kebuntuan Berdoa

Sebagai seorang Katolik, saya percaya bahwa Roh Kudus sendirilah yang membimbing kita untuk berdoa—sebagaimana diajarkan juga dalam Katekismus Gereja Katolik—terlepas dari apa pun yang kita pikirkan tentang doa itu sendiri. Ia lebih dari sekadar rumusan kata-kata, dan bukan tentang apa yang saya tuturkan, tetapi tentang bagaimana hatiku sungguh terbuka sehingga Roh Kudus masuk dan menuntunku berdoa.

Semoga kita selalu setia untuk berdoa. Saya teringat slogan Nike, “Just Do It!“—slogan yang tampaknya bisa kita terapkan juga dalam hal berdoa. Lakukan saja. Berdoalah dan percaya, bahwa ketika kita baru mulai berdoa pun, itu bukanlah karena kekuatan dan daya pribadi kita. Roh Kuduslah yang menggerakkan kita. 🙂

Pace e Bene. 🙂

Print Friendly, PDF & Email