Selamat datang di blog Paulinus Pandiangan. Semoga kamu menemukan sesuatu yang berguna.   Click to listen highlighted text! Selamat datang di blog Paulinus Pandiangan. Semoga kamu menemukan sesuatu yang berguna.

Menikmati Hari Ini

"The best way to pay for a lovely moment is to enjoy it." — Richard Bach

Bagaimana sebenarnya kita bisa benar-benar menikmati hari ini? Apabila kita bisa bangun pagi dari tempat tidur dalam keadaan yang sehat, bisa menggerakkan tubuh kita tanpa rasa sakit (atau minim rasa sakit), dan kita bisa melihat sekitar, menikmati secangkir teh atau kopi, bisa merasakan kesegaran udara pagi, bisa merasakan aneka sensasi dari pengalaman inderawi kita, maka itu semuanya adalah cara-cara terbaik untuk menikmati anugerah kehidupan ini. Berkesadaran penuh membuat kita bisa ‘menyelam’ dalam berbagai pengalaman sehari-hari, yang walaupun tampaknya biasa, bisa dinikmati dan dimaknai juga dalam rasa syukur. Berkesadaran penuh juga bisa membuat kita menyikapi setiap pengalaman dengan pola pikir yang sehat, bahkan untuk pengalaman yang menimbulkan frustrasi sekali pun. Kita bisa mengelola sikap mental terhadap pengalaman tersebut dengan tetap meyakini bahwa kita tetap bisa belajar sesuatu darinya, kendati saat ini perasaan kita tidak nyaman.

Menyadari kefanaan juga bisa membantu. Setiap hari adalah anugerah, dan akan ada saatnya bahwa hari ini menjadi hari terakhir kita. Mendasarkan pikiran dan pilihan tindakan kita pada ‘bingkai’ kesementaraan ini akan sangat membantu kita tetap berkesadaran penuh, dan menjadikan pengalaman-pengalaman yang tampak biasa menjadi sungguh bernilai, karena pada hakikatnya, tidak ada ‘pengalaman biasa’. Semua yang bisa kita alami, terima, nikmati, adalah pengalaman-pengalaman luar biasa, karena tidak ada pengalaman kita yang persis sama setiap hari, dan setiap pengalaman pada dasarnya adalah baru, walaupun terkesan sama dengan pengalaman-pengalaman di hari sebelumnya. Menyadari kefanaan ini dikenal dengan praktik memento morimengingat kematian, untuk senantiasa menyadarkan kita akan hakikat kehidupan manusia yang pasti akan berakhir.

Lalu, menerima setiap pengalaman sebagaimana ‘wujud’ aslinya, tanpa berharap bahwa hal-hal akan terjadi secara berbeda. Apa yang ditakdirkan untuk terjadi pasti akan terjadi. Frustrasi bisa muncul karena kita memiliki keinginan akut bahwa hal-hal ‘semestinya‘ terjadi menurut keinginan kitasesuatu yang diberi istilah ‘must-urbation‘ oleh psikolog Albert Ellis. Praktik menerima keadaan ini dikenal dengan amor fati. Ketika sebuah pengalaman tidak sesuai dengan harapan, tentu ada resistensi dari pihak kita, dan ini normal, akan tetapi kalau kita bisa mengelola cara pandang bahwa apa yang sedang terjadi tetap bisa menjadi ‘arena’ bagi kita untuk bertumbuh semakin baik, maka pengalaman itu pasti akan bisa menjadikan kita lebih baik.

Melepaskan diri dari berbagai beban mental juga sangat baik. Penyesalan di masa lalu, kekhawatiran akan ketidakpastian di masa depan, hanya akan ‘menyita’ banyak tempat dalam ruang pikir kita, sehingga hanya akan membuat segalanya terasa lebih berat dari yang sebenarnya. Kita perlu senantiasa melatih diri untuk menyadari bahwa kehidupan berjalan menurut kecerdasan Ilahi, logos, yang jauh melebihi kecerdasan kita, jauh melebihi apa yang bisa kita pikirkan. The world does not revolve around your thinking. Maka beban-beban mental dari masa lalu dan masa depan bisa dikelola dalam alam pikiran kita, apabila kita terhubung baik dengan Sumber Kehidupan itu sendiri.

Memberikan waktu dan perhatian juga bentuk dari menikmati hari ini. Sejenak melupakan urusan “diri” dan memberikan perhatian dan waktu kepada orang-orang di sekitar adalah sesuatu yang bisa diakses semua orang. Barangkali self-giving istilah yang tepat untuk ini. Perjalanan waktu menjadi tidak terasa, karena kita bisa ‘larut’ dalam interaksi dengan orang lain, dan kita sungguh-sungguh melebur di dalamnya. Terdengar indah, bukan? 😘

Carpe diemEnjoy each day!

Author: Paulinus Pandiangan

Saya seorang Katolik, anak ketiga dari 3 bersaudara, ayah dari tiga anak, orang Batak, saat ini bekerja di sebuah pabrik kelapa sawit di Kalimantan Tengah. Saya dilahirkan pada 8 Januari 1983. Capricorn.

Click to listen highlighted text!