Selamat datang di blog Paulinus Pandiangan. Semoga kamu menemukan sesuatu yang berguna.   Click to listen highlighted text! Selamat datang di blog Paulinus Pandiangan. Semoga kamu menemukan sesuatu yang berguna.

Mencintai Diri

Setiap pagi saya biasanya menatap diri di cermin sesaat sebelum berangkat bekerja. Saat melihat postur saya di cermin, yang paling sering terlintas di pikiran saya adalah ukuran perut saya, diikuti dengan kritik dalam pikiran, “Perut saya masih terlalu besar, seharusnya lebih langsing!”. Saya berpikir bahwa kalau perut saya lebih langsing, saya akan lebih keren, dan saya berpikir bahwa orang lain akan melihat saya keren.

Begitulah kita seringkali melihat diri kita. Kita adalah kritikus paling keras pada diri kita sendiri. Kita terlalu berfokus pada berbagai hal yang menurut kita adalah kekurangan. Kita berfokus pada hal-hal yang belum ada pada diri kita, entah itu sisi fisik maupun mental.


Tulisan singkat ini menjadi pengingat saya untuk diri sendiridan semoga bisa menjadi pengingat untuk kalian juga yang membacauntuk lebih ramah kepada diri sendiri. Let us be kind to ourselves. Kalau fokusnya mencari kekurangan, tentu ada-ada saja hal yang kurang pada diri setiap orang, akan tetapi apakah mengkritisi diri terus menerus akan membantu? Mengapa kita tidak mencoba mengapresiasi diridimulai dari mengapresiasi tubuh kita sendiri? Tubuh itulah yang bergerak membawa kita ke berbagai tempat. Tubuh yang sama juga merasa, mencium, dan mengalami berbagai pengalaman hidup. Mengapa kita tidak berterimakasih pada tubuh yang telah setia menemani kita, menjadi wadah bagi jiwa kita, seberapa pun tidak sempurnanya ia?

So, give a hug to yourself. It needs love. Our love. ❤️

Peluk Dirimu!

Author: Paulinus Pandiangan

Saya seorang Katolik, anak ketiga dari 3 bersaudara, ayah dari tiga anak, orang Batak, saat ini bekerja di sebuah pabrik kelapa sawit di Kalimantan Tengah. Saya dilahirkan pada 8 Januari 1983. Capricorn.

Click to listen highlighted text!