Lingkup Kendali

“Kita mengendalikan pilihan rasional kita dan semua tindakan yang bergantung pada kehendak moral kita. Apa yang tidak berada di bawah kendali kita adalah tubuh dan bagian-bagiannya, harta benda kita, orang tua, saudara kandung, anak-anak, atau negara—apa pun yang mungkin terkait dengan kita.”

Epictetus

Satu prinsip penting yang perlu selalu diulang adalah: orang bijak tahu apa yang ada di dalam lingkup kendali mereka dan apa yang ada di luar kendalinya.

Kabar baiknya adalah cukup mudah untuk mengingat apa yang ada di dalam kendali kita. Menurut filsafat Stoa, lingkup kendali hanya berisi satu hal: PIKIRAN ANDA. Bahkan tubuh fisik kita tidak sepenuhnya berada di dalam lingkup kendali kita sendiri! Kita bisa terkena penyakit fisik atau cacat di saat yang tak terduga. Anda bisa saja bepergian ke luar negeri dan dijebloskan ke penjara.

Tapi ini semua pada dasarnya kabar baik karena secara drastis mengurangi jumlah hal yang perlu Anda pikirkan. Ada kejelasan dalam kesederhanaan, clarity in simplicity. Saat semua orang berkejar-kejaran dengan daftar tanggung jawab yang panjangnya satu mil—hal-hal yang sebenarnya bukan tanggung jawab mereka—Anda hanya punya satu hal untuk dikelola: pilihan Anda, kehendak Anda, pikiran Anda.


Pikirkanlah itu.


Penjelasan sederhana saya tentang dikotomi kendali dapat ditonton di TikTok via TikCode berikut:

TikCode Dikotomi Kendali

Semoga berguna!

Salam,

Paulinus Pandiangan

Author: Paulinus Pandiangan

Saya seorang Katolik, anak ketiga dari 3 bersaudara, ayah dari dua anak, orang Batak, saat ini bekerja di sebuah pabrik kelapa sawit di Kalimantan Tengah. Saya dilahirkan pada 8 Januari 1983. Capricorn.