Selamat datang di blog Paulinus Pandiangan. Semoga kamu menemukan sesuatu yang berguna.   Click to listen highlighted text! Selamat datang di blog Paulinus Pandiangan. Semoga kamu menemukan sesuatu yang berguna.

Kamu Banyak Baca?

Kalau ditanya seperti itu, apa yang Anda pikirkan?

Barangkali kebanyakan orang menganggap bahwa banyak membaca itu artinya membaca buku dalam jumlah banyak, akan tetapi yang dimaksud di sini bukan tentang jumlah buku.

Dalam istilah bahasa Inggrisnya, well-read bisa berarti bahwa seseorang membaca banyak buku, akan tetapi makna sebenarnya dari istilah well-read adalah membaca dengan teliti dan berulang-ulang suatu teks tertentu, hingga benar-benar memahaminya dan bisa mengutarakan ulang (recall) dengan bahasa sendiri ide yang disampaikan dalam teks tersebut.

Itulah makna sebenarnya dari banyak membaca: tentang apa yang kita baca penuh perhatian dan berulang-ulang. Attentively and repeatedly.

Ilustrasi Membaca Buku

Apa syaratnya agar kita mau membaca sesuatu berulang-ulang?

Karena membaca bukanlah pekerjaan mudah, tentu saja kita harus tertarik dulu. You must be hooked first. Orang bisa sampai tidak menyadari waktu kalau sudah benar-benar tertarik pada sesuatu, tak terkecuali dalam hal membaca. Orang yang suka dengan kisah Harry Potter, misalnya, tak akan keberatan dengan tebalnya buku Harry Potter yang harus dibacanya sampai tuntas. Rasa suka dan ketertarikan khusus pada kisah Harry Potter menjadikan hambatan fisik—tebalnya buku dalam hal ini—tidak lagi relevan. Para penggemar kisah Harry Potter ini bahkan bisa mengingat mantra-mantra ajaib yang digunakan si tokoh utama Harry Potter—Alohomora!, misalnya, untuk membuka kunci—dan bahkan detail setiap karakter.

That would only happen if you’re hooked.

Dan orang bisa tertarik pada banyak hal. Ada yang suka dengan figur penulisnya, ada yang suka dengan alur ceritanya, karakter-karakternya, dan ada juga yang suka dengan gaya penulisan (style) sang penulis, dan barangkali ada yang suka pada beberapa aspek dari sebuah buku sekaligus.

Bagaimana menemukan buku atau penulis yang benar-benar kita suka?

Jawaban mudahnya, keep searching. Tetaplah mencari, tetaplah bereksplorasi, cobalah terus untuk membaca karya-karya orang lain.

Saya pribadi masih merasa kesulitan untuk mengutarakan nama penulis yang benar-benar saya suka. Kalau misalnya ditanya top-3 penulis favorit, saya masih akan berpikir panjang dulu.

Pertama karena saya bukan seorang kutu buku. I am not an avid reader. Saya masih sering terbawa mood kalau membaca. Terkadang kalau mood sedang baik, bisa tahan membaca beberapa lembar. Kalau sedang tidak mood, satu paragraf saja sulit! 😂

Barangkali ini juga yang membuat tak banyak buku yang berhasil saya baca tuntas. Dari sekian buku (termasuk yang versi elektronik), tak banyak yang sudah saya baca semuanya. Rata-rata hanya beberapa bab saja yang saya rasa menarik.

Tapi terlepas dari semua fakta itu (fakta bahwa saya bukan pembaca yang getol, hahaha 😂), saya tetap meyakini bahwa barangkali masalahnya adalah karena saya belum menemukan penulis yang memiliki style yang benar-benar sesuai dengan jiwa saya. Barangkali sesederhana itu masalahnya, dan itu pasti karena eksplorasi saya yang kurang liar, hahahaha… 🤭 😆

Kalau Anda seperti saya, saran terbaik saya adalah just keep looking. Mungkin belum ketemu saja buku atau penulis yang pas, yang bisa bercerita kepada kita selayaknya dialog empat mata, yang untaian kalimat-kalimatnya bisa membawa kita pada dunia yang diceritakannya.

Kalau sudah ketemu, kita pasti akan menghabiskan waktu menikmati lembar demi lembar isinya, bahkan kita bisa menceritakan ulang isinya—dengan mudah! 🤩

Keep looking and have fun, guys!

Salam,

Paulinus Pandiangan

Author: Paulinus Pandiangan

Saya seorang Katolik, anak ketiga dari 3 bersaudara, ayah dari tiga anak, orang Batak, saat ini bekerja di sebuah pabrik kelapa sawit di Kalimantan Tengah. Saya dilahirkan pada 8 Januari 1983. Capricorn.

%d bloggers like this:
Click to listen highlighted text!