Ayo Menjurnal Rasa Syukur!

Di postingan yang ini saya pernah menceritakan awal mula saya menulis jurnal rasa syukur (gratitude journal).

Dari kegiatan menjurnal itu, saya menemukan bahwa persistensi merupakan masalah utama yang sering muncul ketika belajar kebiasaan baru. Menulis secara teratur di blog ini, misalnya, tidak semudah membayangkannya. Niat awalnya menulis setidaknya sekali seminggu, terkadang seminggu bisa dilewati tanpa ada tulisan baru di blog. Lack of persistence.

Maka saya ingin mencoba menjurnal dengan cara yang sedikit berbeda: dengan mengajak kalian, sobat-sobatku, untuk ikut juga. Semoga kalian nantinya juga beroleh manfaat dari kegiatan menjurnal ini.

Bagaimana caranya?

Saya sudah membuatkan buku jurnal kecil untuk 30 hari dalam format PDF yang bisa diunduh. Jurnalnya berisikan 30 set pertanyaan refleksi yang masing-masing terdiri dari 3 pertanyaan. Pertanyaan pertama dan kedua akan selalu sama untuk setiap harinya, pertanyaan ketiga yang akan berbeda dari hari ke hari. 

Daftar pertanyaan dalam jurnal rasa syukur 30 hari ini merupakan daftar yang saya pilihkan dari buku The 90-Day Gratitude Journal yang ditulis S. J. Scott dan Barrie Davenport.

Silakan memilih waktu terbaik dimana kamu merasa paling OK untuk menjurnal dan di media yang paling disukai. Ada yang suka menulis jurnal digital, misalnya, dan ada yang suka menggurat di media kertas.

Just pick your style.

Kenapa (harus) menjurnal?

Kalian bisa membaca sebuah postingan di blog ini tentang dampak dari rasa syukur yang diekspresikan. Menulis jurnal adalah salah satu cara untuk mengungkapkan rasa syukur. Melalui pengekspresian ini akan timbul rasa bahagia.

Apa pun mindset awal kalian saat ini tentang menjurnal, percayalah: it will start to change once you try.

Sebuah publikasi di universitas Harvard menegaskan bahwa bersyukur selalu secara konsisten berkorelasi dengan kebahagiaan seseorang. Menulis jurnal rasa syukur pasti selalu diawali dari rasa syukur. Hanya orang yang bersyukurlah yang bisa menuliskan apa yang ia syukuri. Kalau kamu ingin membuktikan kebenaran riset ini pada dirimu sendiri, rasanya menjurnal ini cukup layak dilakoni, bukan?

Gratitude

Maka, kalau kalian mau, ayo menjurnal bersamaku. Silakan mengunduh filenya di link berikut ini.

Selamat menjurnal bersama, sobat! 🙂

With love,

Paulinus Pandiangan

Author: Paulinus Pandiangan

Saya seorang Katolik, anak ketiga dari 3 bersaudara, ayah dari dua anak, orang Batak, saat ini bekerja di sebuah pabrik kelapa sawit di Kalimantan Tengah. Saya dilahirkan pada 8 Januari 1983. Capricorn.

One thought on “Ayo Menjurnal Rasa Syukur!”

Comments are closed.