Budgeting dengan MyMoney

Membuat anggaran (budget) merupakan sebuah keharusan apabila kita, baik sebagai pribadi atau pun keluarga, ingin mengelola uang dengan baik. Keterampilan mengelola uang sangatlah penting, karena keuangan akan menjadi akar masalah yang besar apabila tidak terkelola. Banyak orang yang bahkan sampai stress karena kacau keuangannya. Dalam konteks keluarga, keuangan ini pun seringkali menjadi sumber konflik antara suami dan istri, apabila tidak ditata dengan baik.

Karena itu, keterampilan merancang anggaran menjadi salah satu langkah yang dapat membuat hidup kita lebih tertata, dan untuk alasan itulah saya membuat tulisan singkat ini. Semoga dengan sharing sederhana ini teman-teman bisa terbantu.

Anggaran pada dasarnya adalah perencanaan alokasi uang kita. Karena kepentingan tiap orang dan tiap keluarga berbeda-beda, maka anggaran tiap orang atau tiap keluarga tidak akan sama persis. Anggaran bersifat unik dari satu keluarga ke keluarga lainnya, karena tujuan keuangan tiap keluarga juga berbeda. Selain itu, level pendapatan tiap keluarga juga berbeda, sehingga besaran alokasi tentu akan berbeda satu dengan lainnya.

Lalu apa yang dibutuhkan untuk membuat anggaran ini?

Sebenarnya buku catatan kecil dan pena cukup. Inilah alat yang saya pergunakan dulunya dalam membuat anggaran bulanan. Perlu dipahami juga bahwa membuat anggaran bukanlah proses yang sekali jadi; butuh revisi berkali-kali dari apa yang sudah direncanakan sebelum akhirnya kita menemukan ‘formula’ yang ideal. Jadi proses membuat anggaran itu di awal-awal lebih bersifat trial and error: dirancang, dicoba diterapkan, lalu direvisi berdasarkan pengalaman saat menerapkannya, sampai akhirnya menemukan format yang cocok.

Ilustrasi Budget

Jika buku catatan dan pena dirasa sudah outdated dan kurang praktis, ada banyak aplikasi yang bisa dimanfaatkan untuk membuat anggaran, apalagi untuk perangkat mobile berbasis Android. Sebuah aplikasi menarik yang saya sarankan adalah MyMoney, yang bisa diunduh di alamat ini.

Icon MyMoney di Google PlayStore

Aplikasi ini cukup memudahkan saya secara pribadi untuk membuat anggaran bulanan keluarga. Kita dapat membuat pos-pos pengeluaran di menu Categories, lalu membuat anggarannya sesuai pendapatan kita. Setiap pemasukan dan pengeluaran dapat kita rekam dalam aplikasi ini dan aplikasi ini dapat membuat visual berupa pie chart yang menggambarkan porsi tiap pengeluaran. Dari tab Analysis kita bisa mendapatkan gambaran cash flow kita: berapa jumlah pendapatan, pengeluaran, dan saldo. Saya merasa sangat terbantu dengan kemudahan menggunakan aplikasi ini dan bisa ‘menggambarkan’ kondisi keuangan kita dengan sangat jelas.

Dengan secara rutin membuat anggaran rumah tangga dan merevisinya sesuai keperluan, saya kira dalam waktu sekitar 3 bulan kita sudah mendapatkan format bakunya. Format baku inilah yang seterusnya menjadi acuan kita ke depannya. Revisi-revisi kecil masih mungkin terjadi di masa depan, tapi dari pengalaman saya biasanya minim.

Beberapa hal yang menjadi pegangan saya dalam membuat anggaran keluarga tiap bulan adalah:

  • Harus ada alokasi untuk tabungan di awal. Saat menerima gaji dan bentuk pemasukan lainnya (seperti uang THR atau bonus), akan sangat baik segera dialokasikan porsi untuk ditabung. Kesalahan umum banyak orang adalah (berharap) bisa menabung dari sisa uang setelah semua kebutuhan terpenuhi. Ini adalah persepsi yang keliru karena biasanya kita tidak akan bisa menabung jika menunggu sisa uang. Saya sendiri telah mengalami ini, dan dari pengalaman itu saya belajar mengubah perilaku. Menabung harus di awal. Harus ada alokasi khusus untuk tabungan.
  • Harus ada alokasi persiapan pendidikan anak (bagi yang telah berkeluarga). Persiapan ini bisa dalam bentuk tabungan berjangka (seperti produk Tapenas dari BNI atau Deposito), atau dalam bentuk investasi. Langkah ini akan membantu mengurangi kecemasan kita sebagai orangtua akan biaya pendidikan anak di masa depan.
  • Perlu ada alokasi untuk biaya darurat. Biaya darurat ini bisa saja dalam bentuk tabungan biasa, atau dalam bentuk tabungan uang tunai yang disimpan di rumah, agar bisa digunakan dengan cepat sewaktu-waktu ada keperluan mendadak yang harus dipenuhi.
  • Amankan juga pos pengeluaran rutin non-konsumsi, seperti cicilan kendaraan, uang arisan bulanan, atau iuran BPJS. Dengan demikian tidak akan terjadi tunggakan yang tidak perlu.

Dengan secara rutin mendata pengeluaran harian, kita akan mudah memperoleh gambaran keuangan kita. Kita tahu pasti kemana saja perginya uang kita, dan kita bisa dengan tenang memenuhi semua tagihan rutin tanpa harus menunggak.

Saya percaya nominal pendapatan berapa pun bisa dikelola, asal kita mengenali kemampuan diri dan mau hidup sederhana. Artinya kita tidak perlu memaksakan diri untuk membeli ini dan itu atau mengikuti gaya hidup tertentu apabila memang uangnya tidak ada. Mencukupkan diri dengan nominal penghasilan menjadi kunci di sini. Kita harus berani mengatakan TIDAK kepada hal-hal di luar kemampuan finansial kita.

Dengan berlaku demikian saya kira hidup kita akan lebih tertata dan tidak stress. Jadi sekali lagi: hidup sederhana sesuai kemampuan finansial dan tidak perlu membandingkan diri dengan orang lain.

Saya membagikan ini bukan karena tabungan saya sudah sangat banyak, tetapi karena saya sudah merasakan sendiri bahwa pikiran saya jauh lebih ‘ringan’ ketika keuangan keluarga saya tertata dengan baik dan masih bisa memberikan support finansial kepada orangtua saya tanpa mengganggu kebutuhan yang lain.

Saya berharap teman-teman sekalian bisa memperoleh manfaat yang sama. Semoga sharing ini berguna. Aplikasi ini hanyalah sebuah alat bantu, yang terpenting adalah niat dan mindset kita untuk hidup sederhana dan berkecukupan.

Salam,

Paulinus Pandiangan

Author: Paulinus Pandiangan

Saya seorang Katolik, anak ketiga dari 3 bersaudara, ayah dari dua anak, orang Batak, saat ini bekerja di sebuah pabrik kelapa sawit di Kalimantan Tengah. Saya dilahirkan pada 8 Januari 1983. Capricorn.

One thought on “Budgeting dengan MyMoney”

Comments are closed.