Selamat datang di blog Paulinus Pandiangan. Semoga kamu menemukan sesuatu yang berguna.   Click to listen highlighted text! Selamat datang di blog Paulinus Pandiangan. Semoga kamu menemukan sesuatu yang berguna.

Berkomitmen Tanpa ‘Terikat’ pada Hasil

Dalam dunia profesional kita familiar dengan kalimat, “Proses yang baik tidak akan mengkhianati hasil‘, suatu ungkapan yang dalam filsafat Stoikisme sebenarnya tidak realistis, karena kalimat tersebut menyiratkan bahwa hasil (outcome) adalah sesuatu yang berada dalam kendali kita. Dalam kenyataannya, ada banyak sekali faktor di luar kendali kita yang mempengaruhi sebuah hasil.

Maka saran terbaik dalam kaitan dengan mencapai tujuan adalah: berkomitmen tanpa ‘terikat’ pada hasil. Seringkali kita begitu terikat (attached) pada hasil; sehingga ketika tidak tercapai, kita menjadi kesal, tidak puas, kecewa. Andai kita bisa melatih diri untuk berkomitmen pada tindakan-tindakan dan pilihan-pilihan yang berada di bawah kendali kita, dan tidak terikat pada hasil yang dicapai, kita akan lebih positif menyikapi keadaan saat hasil yang diharapkan (ternyata) tidak tercapai.

Sebuah ilustrasi. Kita mengharapkan hasil berat badan kita turun 5 kilogram dalam sebulan. Yang berada di bawah kendali kita adalah mengkombinasikan antara olahraga secara teratur dengan mengatur pola makan sehingga kita bisa ‘membakar’ cadangan lemak tubuh, juga mengatur pola istirahat dengan baik. Entah kita mendapatkan penurunan berat badan 5 kilogram atau tidak dalam sebulan, itu urusan nanti. Yang terpenting adalah berfokus pada upaya yang dalam kendali kita. Berkomitmen pada upaya tanpa terikat dengan hasil (committed and unattached). Kalau ternyata penurunan berat badan kita masih belum mencapai 5 kilogram dalam sebulan, maka kita tidak akan menjadi sangat kecewa dan bisa segera memikirkan strategi lain untuk bisa mencapainya.

Kalau kita terlalu terikat dengan penurunan berat badan 5 kilogram, kita akan stress ketika angka itu tidak tercapai, dan upaya kita akan mudah surut. We better focus on things under our control.

Author: Paulinus Pandiangan

Saya seorang Katolik, anak ketiga dari 3 bersaudara, ayah dari tiga anak, orang Batak, saat ini bekerja di sebuah pabrik kelapa sawit di Kalimantan Tengah. Saya dilahirkan pada 8 Januari 1983. Capricorn.

Leave a Reply

%d bloggers like this:
Click to listen highlighted text!