Selamat datang di blog Paulinus Pandiangan. Semoga kamu menemukan sesuatu yang berguna.   Click to listen highlighted text! Selamat datang di blog Paulinus Pandiangan. Semoga kamu menemukan sesuatu yang berguna.

Belajar Berfokus pada Hari Ini

Kita memiliki hasrat dalam hidup untuk selalu memiliki kendali. Kita ingin agar rencana-rencana kita berjalan baik, dan dengan rencana itu, kita berharap memperoleh sukses yang akan membuat kita bahagia.

Tetapi realitas kehidupan tidak (selalu) mengikuti pola seperti itu. Ada-ada saja hal yang terjadi di luar kendali kita, dan ketika kita merasa tidak memiliki kendali atas apa yang terjadi, kita merasa tak berdaya.

Dan lalu kita merasa tidak nyaman, lalu cemas pun menghampiri. Inilah mekanisme alami tubuh kita saat ketidaknyamanan menghampiri. Akan tetapi, kita harus menyadari keadaan cemas tetap bisa direduksi dengan beberapa tindakan praktis berikut:

Pertama, menanamkan mindset realistis. Ekspektasi adalah sesuatu yang sebenarnya bisa kita kendalikan. Ketika ekspektasi kita terlalu tinggi, akan sangat mudah untuk jatuh pada ketidaknyamanan saat apa yang kita harapkan tidak benar-benar terjadi. Kita perlu memahami bahwa hidup memang penuh dengan kejutan-kejutan menyenangkan, akan tetapi juga banyak pergumulan. Life is not all roses and unicorns. Persoalan akan selalu datang, tetapi kita memiliki kendali atas bagaimana kita menyikapinya; apakah kita mengizinkan persoalan itu mempengaruhi kesehatan mental kita atau tidak.

Apabila kita hanya mengharapkan hasil yang baik setiap saat, tentu akan sangat mudah untuk tidak puas dan cemas. Kegagalan dan persoalan akan lebih mudah dihadapi apabila kita mengenakan ‘kacamata’ yang lebih realistis. Tetap berupaya untuk bersikap positif, tetapi di saat yang sama tetap menyadari bahwa tidak semuanya akan berjalan sebagaimana yang kita harapkan.

Kedua, tidak terlalu berfokus pada tujuan jangka panjang. Kita senang membuat tujuan-tujuan untuk jangka panjang, dan kita membayangkan bahwa di masa depan akan banyak manfaat yang kita rasakan. Tentu itu hal yang lumrah juga. Tetapi akan baik bagi kita apabila kita menyadari bahwa besar kemungkinan rencana-rencana kita di masa depan akan berubah, karena kondisi kita dari hari ke hari akan berubah pula. Prioritas kita juga akan berubah dari waktu ke waktu karena situasi hidup kita juga berubah.

"Live today. Not yesterday. Not tomorrow. Just today. Inhabit your moments."Jerry Spinelli

Apabila kita terlalu berfokus pada rencana jangka panjang, kita kehilangan kesempatan untuk menikmati ‘saat ini’, karena kita terlalu ‘larut bergumul dengan skenario di masa depan’ yang belum tentu akan terjadi.

Maka perlu untuk selalu mengingatkan diri dengan pertanyaan sederhana ini,

“Pilihan bijak apa yang kiranya bisa kulakukan hari ini?”

Dengan kembali ke ‘rel kehidupan saat ini’, kita mengurangi kecemasan akan apa yang mungkin terjadi di masa depan, dan kita lebih bisa menyadari hal-hal baik yang layak disyukuri hari ini.

Bagaimana bentuk nyata dari berfokus di hari ini?

Ketimbang berpikir terlalu jauh ke depan, kita bisa menikmati hal-hal baik, sekecil apa pun itu, hari ini. Kendalikan kecenderungan diri untuk selalu membuat aneka skenario dalam pikiran. Tidak perlu terlalu banyak berpikir tentang hal-hal yang (justru) menambah kerumitan hidup kita. Sometimes, thinking less is liberating!

Bagaimana menurutmu? 😉

Author: Paulinus Pandiangan

Saya seorang Katolik, anak ketiga dari 3 bersaudara, ayah dari tiga anak, orang Batak, saat ini bekerja di sebuah pabrik kelapa sawit di Kalimantan Tengah. Saya dilahirkan pada 8 Januari 1983. Capricorn.

Click to listen highlighted text!