A Little Reflection

During this coronavirus time, we are told to physically distance ourselves and to stay home. The world these days is not much like the prior time.

Some people say they have never once in their life experienced something like this. The effect of this pandemic is huge. Huge enough to force ourselves to distance ourselves one another and to shut down public facilities.

So what is the one simple message you can get during this crisis?

The essentials of life. God, human relationship, health, job, food, and shelter.

Image from https://www.goalcast.com/2017/05/17/10-benefits-of-knowing-your-purpose-in-life/

This coronavirus time reminds us that what really matters in life are those basic, fundamental things. The world has been so advanced and our attention has been so dispersed. We are busy with other non-essential things. We take those basic things for granted.

And this time is like a stop button for us. We are stopped from all distractions and it’s time to get back to the essentials.

All we need now is a good health, a job to make some money, food on the table available for today, and hopefully for the next days, roof above our head to shelter ourselves, and our relationship with our family members and friends, to whom we could communicate and share this crisis together, and our personal relationship with God, to whom we all surrender. In His wisdom our destiny is laid, and by His grace we would get through this.

Other than that? Most probably just some noise. Distraction. Non essential.

Those essentials are enough for a man to live on this earth. If you are healthy and you can make some money to buy some food and to shelter yourself, connected to family and friends, having a personal relationship with God, I think you are on the way to a decent life. And that’s all that matters.

So I wish you a good life even during this crisis. We hope this pandemic will be over soon. But anyway, keep doing good things. Stay sane and healthy. 🙂

With love,

Sebuah Ucapan “Selamat Makan”

Sebuah ucapan “selamat makan” tak sesederhana bagaimana ia terdengar; sangat tergantung bagaimana konteksnya.

Ketika masih diberikan kesempatan untuk bersama orang-orang terkasih dalam hidupmu, sadarilah, bahwa itu sebuah kesempatan yang unik, yang tak akan mungkin terulang persis sama di waktu yang lain. Every single second matters.

Di tengah pandemi saat ini, kita disadarkan kembali makna kebersamaan itu: sebuah anugerah terindah dari Yang Kuasa.

Nikmatilah selagi bisa.

Karena kita tak akan pernah tahu sampai kapan kita bisa bersama. Akan ada waktunya kita untuk berpisah. Salah satu akan pergi. Yang kita punya hanyalah detik ini saat kita bersama. Nikmatilah.

Happiness in God

Read the following lines slowly and thoughtfully and see how they shed you a light spiritually.

Gospel Reflection from Bishop Barron

Perihal Berpuasa

Pada 14 Mei kemarin paus Fransiskus mengajak seluruh umat beragama di dunia untuk berdoa bersama bagi berakhirnya pandemi virus Corona. Tak hanya berdoa, paus juga mengajak semua umat beriman untuk berpuasa dan beramal dalam cara yang dianjurkan ajaran agama masing-masing.

Lebih dari sekadar menahan diri terhadap makanan, puasa memiliki makna yang lebih dalam. Puasa membawa kita menyelam untuk menemukan esensi di dalam jiwa.

Lalu apa sebenarnya yang perlu dilakukan ketika berpuasa—menurut ajaran Gereja Katolik?

Berikut beberapa pernyataan dari paus Fransiskus terkait ajaran Gereja Katolik tentang puasa:

Fasting isn’t just about losing weight.
— Maknanya jelas, bahwa puasa bukan hanya persoalan mengurangi porsi makan. Orang mudah mengasosiasikan puasa dengan hal ini, karena merupakan “visual” dari  puasa yang paling mudah dilihat.

Fasting is going to the essential.
— Puasa pada hakikatnya adalah sebuah gerakan untuk “menyelam” ke dalam jiwa untuk menggali esensi di dalamnya. Memeriksa jiwa dan berbicara jujur dengan diri sendiri, mengundang Tuhan untuk menuntun kita pada kebaikanNya.

Lalu apa bentuk nyata dari gerakan “masuk ke dalam jiwa” yang dimaksud? Berikut pernyataan lanjutan dari paus Fransiskus,

It’s a time to turn off the television and open the Bible.
— Matikan TV dan bacalah Alkitab. Langsung mengena! Ini bukan hanya persoalan mengalihkan fokus dari TV ke kitab suci, tetapi sungguh memilih untuk menyerahkan kembali sesuatu yang diberikan Tuhan secara cuma-cuma: waktu. Memberikan kembali waktu itu kepadaNya, dan membiarkan Ia yang berbicara menuntun kita dengan kebaikanNya. Menonton TV dapat menghibur dan memberikan informasi yang baik dan berguna, jika dilakukan dengan bijak dan diatur waktunya dengan baik.

It’s a time to disconnect from cellphones and connect to the Gospel.
— Telepon selular, di samping segala sisi baiknya, juga bisa menyeret kita untuk menghabiskan waktu dengan hal-hal yang tidak berguna. Kita menjadi terlalu sibuk dengan segala sesuatu yang bisa ditawarkan perangkat ini, sampai akhirnya bisa-bisa tidak ada waktu untuk membaca kitab suci dan meresapinya dengan sungguh-sungguh, membiarkan untaian kata-kata di dalamnya  “berbicara” ke dalam hati kita, mengungkapkan pribadi Yesus, pribadi Allah yang menjadi manusia. Stay away from your phone during a planned time of the day and try to lectio divina.

It’s the time to give up useless words, gossip.
— Puasa juga adalah perihal melatih diri untuk menjaga lidah. Menjaganya dari mengucapkan kata-kata yang tidak berguna, menghina, merendahkan, memaki. Dengan perkembangan teknologi komunikasi saat ini, orang justru semakin mudah melakukan kekerasan verbal. Internet dibanjiri dengan kata-kata berkonotasi negatif. Kata-kata hinaan sedemikian banyak diucapkan dan disebar jari jemari, tak ubahnya seperti mengucap salam selamat pagi. Dengan berpuasa, kita melepaskan diri dari perilaku seperti ini.

Puasa juga harus dilengkapi dengan tindakan amal atau derma. Puasa yang sesungguhnya haruslah bermanfaat bagi orang lain, sebagaimana pernyataan paus Fransiskus,

“Does my fast help others? If it does not, it’s fake, it’s inconsistent, and it takes you on the path of a double life. I pretend to be a “just” Christian, like the Pharisees”.

— Paus Fransiskus

— Puasa adalah sebuah aksi nyata, aksi yang membawa manfaat bagi orang lain. Puasa haruslah diikuti dengan tindakan amal, dan puasa dilakukan bukan hanya agar “terlihat” sebagai seorang Kristen yang baik, karena tindakan “beramal agar terlihat baik“—sebagaimana orang Farisi— juga sangat dikecam Yesus.

Wujud Puasa Rekomendasi Paus Fransiskus

Lalu kapan harus berpuasa?

Tentu tidak terbatas pada masa puasa saja. Puasa sebagai sebuah gerakan memeriksa jiwa tentu dapat dilakukan kapan saja. Pandemi saat ini merupakan saat yang tepat untuk kembali ke dalam jiwa masing-masing dan mencoba memeriksanya dalam ketenangan di bawah bimbingan Tuhan.

*  *  *

Barangkali di tengah pandemi ini Tuhan ingin berbicara laksana seorang sahabat denganmu. Mungkin sebelum ini terjadi engkau terlalu sibuk dengan proyek-proyek ambisiusmu dan hanya ada sedikit waktu untukNya.

Padahal Dia selalu ada untukmu dan Dia siap kapan saja.

Jika masa pandemi ini memanggilmu untuk berpuasa—yang ingat, bukan soal makan minum saja, tapi lebih dari itu—yang terbaik yang bisa kau lakukan adalah katakan Ya! dan mulailah berikan kembali waktu itu padaNya. He will guide you along the way. Definitely.

Spend more time in silence with Him. Listen more, pray more.

Note:

Ini kutulis sebagai pengingat untuk diriku sendiri. Semoga bermanfaat juga bagimu. 🙂

Best wishes,

Saving Grace

The following video is an official video of Kodaline’s Saving Grace, a song about how people experience the current pandemic. I found the video so touching. So far I could see that this corona virus pandemic strips away all the inessentials in our lives, showing us again what really matters in life.

Deep down in our hearts, we all crave for LOVE.

That’s the message I’ve got seeing this video. And addition to that, the lyrics is also so empowering. Here are the lines from Google:

When you're out in the open
And you're tired of hopin'
I'll be there in a moment
I'll be by your side
When you're scared and you're lonely
When there's no one to hold you
I just want you to know that
I'll be by your side
You keep me strong when I can't carry on
When you lose your feet
Fall down to your knees and your heart's about to break
I will be your saving grace
When your eyes can't see, take my eyes from me
When you're lost and losing faith
I will be your saving grace
Be my, be my, be my saving grace
Won't you be my, be my, be my saving grace
When my heart's getting older
And my body is breakin' down
In my head yeah I know that I'll be by your side
I don't know about the future
No one knows what the future holds
All I know is I know that I'm giving you my life
You keep me strong when I can't carry on
When you lose your feet
Fall down to your knees and your heart's about to break
I will be your saving grace
When your eyes can't see, take my eyes from me
When you're lost and losing faith
I will be your saving grace
Be my, be my, be my saving grace
Won't you be my, be my, be my saving grace
Won't you be my, be my, be my saving grace
Won't you... be my saving grace
You keep me strong when I can't carry on
Oh
When you lose your feet
Fall down to your knees and your heart's about to break
I will be your saving grace
When your eyes can't see, take my eyes from me
When you're lost and losing faith
I will be your saving grace
Be my, be my, be my saving grace
Won't you be my, be my, be my saving grace
Won't you be my, be my, be my saving grace
Won't you be my, be my, be my saving grace
Kodaline — Saving Grace

Even better, there is the virtual concert version! 🙂

Saving Grace Virtual Concert

Enjoy and be empowered! 🙂

All the best wishes,